Jakarta (ANTARA) - Changan Automobile secara resmi meluncurkan strategi baterai sodium-ion melalui debut global kendaraan penumpang produksi massal pertama di dunia, Changan Nevo (Qiyuan) A06.
Dilaporkan Carnewschina, Kamis (5/2), Changan Nevo A06 yang baru saja diluncurkan dilengkapi dengan baterai sodium-ion CATL Naxtra 45 kWh, yang menjanjikan jarak tempuh awal melebihi 400 kilometer dengan sekali pengisian daya.
Baterai itu memiliki kapasitas yang sama dengan baterai sodium pertama yang dirilis oleh CATL untuk kendaraan komersial ringan beberapa hari yang lalu. Inti dari inovasi itu adalah baterai sodium-ion Naxtra CATL, yang terintegrasi dengan teknologi integrasi sistem CTP (Cell-to-Pack) generasi ketiga.
Diketahui, baterai ini memiliki kepadatan energi sel hingga 175 Wh/kg.
Baca juga: Changan umumkan harga Lumin dan Deepal S07 di ajang IIMS 2026
Menurut Changan, pengujian musim dingin yang ketat yang dilakukan di Yakeshi telah mengkonfirmasi kinerja baterai yang baik dan memenuhi semua persyaratan pengguna untuk jangkauan, ketahanan suhu rendah, keamanan, serta kemampuan pengosongan.
Data pengujian mengungkapkan bahwa daya pengosongan kendaraan pada suhu minus 30 derajat Celsius hampir tiga kali lebih tinggi daripada model lithium besi fosfat (LFP) konvensional dengan kapasitas yang sama.
Lebih lanjut, baterai mempertahankan retensi kapasitas lebih dari 90 persen pada minus 40 derajat Celsius dan dapat mengosongkan daya secara stabil bahkan dalam kondisi ekstrem serendah -50℃.
Baterai Naxtra diklaim telah melampaui standar nasional di China, bahkan dalam kondisi penyalahgunaan ekstrem, termasuk ekstrusi multi-arah, penetrasi bor listrik, dan pemotongan total saat terisi penuh, baterai tidak menunjukkan asap, sensasi apa pun, api, atau ledakan, dan secara luar biasa terus melepaskan daya secara normal bahkan setelah dipotong.
Changan Automobile mengumumkan bahwa merek-mereknya termasuk Avatr, Deepal, Nevo, dan Uni, akan secara bertahap mengintegrasikan baterai sodium-ion Naxtra dari CATL ke dalam model-model masa depan mereka.
Menurut CATL, dengan perkembangan pesat rantai industri baterai sodium-ion, jangkauan kendaraan listrik murni diproyeksikan akan meluas hingga 500 kilometer atau bahkan 600 kilometer.
Sementara kendaraan hybrid dengan jangkauan lebih jauh dapat mencapai lebih dari 300 kilometer, dan berpotensi mencapai 400 kilometer.
Baca juga: Uji keandalan Chagan Lumin yang imut di jalanan Jakarta
Baca juga: Kesehatan baterai Xiaomi SU7 bertahan pada 94,5% usai 265.000 km
Baca juga: Pabrik baterai EV di Karawang ditargetkan mulai operasi pada Q3 2026
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026