Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina menjalin kemitraan dengan 11 produsen biodiesel untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nabati perusahaan periode November 2015 hingga April 2016.

Kemitraan itu merupakan langkah nyata Pertamina untuk mematuhi aturan pemerintah tentang kebijakan pemerintah tentang bahan bakar nabati, kata Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Pertamina Wianda Pusponegoro di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pemerintah telah memutuskan mewajibkan penggunaan 15 persen biodiesel untuk campuran solar pada 2015 dan 20 persen biodiesel untuk campuran solar pada 2016.

Dari kerja sama dengan produsen-produsen biodiesel itu, menurut dia, Pertamina akan mendapatkan pasokan 1,84 juta kiloliter bahan bakar nabati.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Bambang mengatakan kontrak kerja sama dengan produsen-produsen itu berlaku efektif mulai hari ini sampai April 2016.

Ia mengatakan Pertamina sudah mendistribusikan biosolar dengan persentase asam lemak metil ester (Fatty Acid Methyl Esters/FAME) sebesar 15 persen.

Total penyerapan FAME perusahaan itu hingga 31 Oktober 2015 mencapai sekitar 300 ribu kiloliter dan ditargetkan dapat mencapai 966.785 kiloliter atau setara dengan 5,98 juta kiloliter biosolar pada akhir 2015.

Pertamina memperkirakan bisa menyerap FAME sampai 5,14 juta kiloliter atau setara dengan 26 juta kiloliter biosolar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,7 juta kiloliter di antaranya untuk kebutuhan kewajiban pelayanan publik (PSO) atau bahan bakar bersubsidi; sebanyak 1,26 juta kiloliter untuk kebutuhan pembangkit listrik dan 1,12 juta kiloliter untuk kebutuhan non-PSO.

Pewarta: Afut Syafril
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2015