Jakarta (ANTARA News) – PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meresmikan akademi manufaktur otomotif tahap pertama, Toyota Indonesia Academy (TIA), sebagai komitmen pengembangan sumber daya manusia yang handal dan berdaya saing global yang sejalan dengan filosofi “Toyota Berbagi”.

“Bagi kami sumber daya manusia yang menguasai teknologi merupakan nilai inti untuk meningkatkan daya saing industri otomotif pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya dalam menghadapi integrasi regional seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN dan global," kata Warih Andang Tjahjono selaku Wakil Presiden Direktur PT TMMIN dalam siaran persnya dari Karawang, Jawa Barat, Selasa.

"Generasi muda merupakan masa depan kita. Pemikiran inilah yang mendasari Toyota Indonesia untuk mendirikan TIA untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam membangun SDM manufaktur berketerampilan tinggi,“ imbuh Warih Andang Tjahjono.

Akademi manufaktur otomotif ini akan setara dengan pendidikan tingkat Diploma 1 bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin mendalami keahlian di bidang manufaktur otomotif.

TIA yang direncanakan beroperasi pada tahun 2016 akan melakukan pembangunan proyek dalam dua tahap. Pertama, pembangunan gedung yang diresmikan hari ini serta yang kedua adalah pengembangan yang direncanakan akan selesai 2017.

Dalam tiga tahun terakhir, selain menggelar pelatihan reguler dan kontes keterampilan untuk karyawan, TMMIN dan Toyota-Astra Motor (TAM) telah mengembangkan dua pusat pelatihan dan pendidikan yaitu, TMMIN Learning Center (TLC) dan Toyota Technical Center (TTC).

Gratis

Dengan investasi Rp70 milyar, TIA dilengkapi sarana dan prasarana mutakhir termasuk asrama bagi peserta didik yang dikelola Yayasan Toyota Indonesia (YTI) sehingga para siswa akan belajar tanpa dipungut biaya.

TIA yang berdiri di atas lahan seluas 1ha akan mengkombinasikan kurikulum dasar, keahlian teknis dan budaya serta karakter industri. Kurikulumnya juga menggabungkan kekuatan dan keahlian dari institusi pendidikan Toyota Indonesia dan Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang serta menggunakan tenaga pengajar profesional.

TIA ditargetkan mampu menyerap 100-150 peserta didik setiap tahun sehingga dalam 10 tahun mendatang diharapkan mampu mencetak 1.000 tenaga ahli.

“Kami ingin mengembangkan lulusan SMK dengan memberikan dan menanamkan pengetahuan dan karakter manufaktur di bidang otomotif sehingga mereka bisa unggul dan menjadi pemimpin di tempat kerjanya," ungkap Bob Azam selaku Direktur Administrasi TMMIN.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Khairul Anwar, menyambut gembira kehadiran TIA sebagai sumbangsih Toyota Indonesia untuk pengembangan SDM tenaga kerja Indonesia.

“Kami berharap, industri-industri lainnya bisa mengikuti langkah Toyota dalam menghadirkan institusi pendidikan yang memiliki standar dan kompetensi tinggi dalam upaya pengembangkan SDM Indonesia yang mampu mendukung peningkatan produktivitas dan berdaya saing,” tuturnya.

Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ridwan mengatakan, langkah TMMIN menghadirkan TIA sejalan dengan upaya pemerintah untuk menghadirkan akademi komunitas di setiap kabupaten yang berbasis keunggulan lokal.

“Kami berharap industri besar di Karawang ini bisa mengikuti jejak TMMIN dalam menciptakan tenaga-tenaga kerja trampil di level menengah yang sangat  dibutuhkan kalangan industri saat ini,” tuturnya.

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2015