Jakarta (ANTARANews) - Pasar kendaraan bermotor di Indonesia yang besar, menarik sejumlah pemain otomotif dunia untuk investasi di negeri ini, termasuk Honda, produsen otomotif asal Negeri Sakura, Jepang.

"Kami melihat bahwa Indonesia mempunyai potensi untuk terus tumbuh dan menjadi pasar yang menjanjikan di masa depan," kata Executive Vice President, Executive Officer & Representative Director Honda Motor Co Ltd, Tetsuo Iwamura.

Iwamura yang khusus datang ke Indonesia untuk menyaksikan peluncuran mobil SUV (sport utility vehicle) New Honda CR-V dan sepeda motor Honda Vario eSP itu mengatakan peluncuran model baru baik mobil dan sepeda motor pada hari yang sama, Rabu 14 Januari 2015, menandakan keseriusan Honda menggarap potensi Indonesia baik sebagai pasar maupun basis produksi.

"Ini adalah hal yang sangat jarang terjadi di seluruh dunia, dimana Honda melakukan peluncuran model baru untuk sepeda motor dan mobil di hari yang sama," katanya.

Hal itu, menurut dia, merupakan salah satu bukti Indonesia merupakan bagian dari pasar yang penting bagi Honda di Asia. "Honda ingin berkontribusi dalam pertumbuhan industri (otomotif) Indonesia," ujar Iwamura. Untuk itu ia menegaskan Honda Motor berkomitmen untuk melanjutkan investasinya di Indonesia guna membuka lapangan kerja.

"Berdasarkan pemikiran tersebut, kami memproduksi mobil-mobil Honda dengan memaksimalkan komponen lokal dari pemasok di dalam negeri, serta melakukan perakitan dengan menggunakan sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menambahkan saat ini sebagian besar mobil yang dipasarkannya merupakan hasil perakitan di Indonesia, seperti Honda Brio, Mobilio, Jazz, Freed, CR-V, dan yang terbaru HR-V. "Sekitar 200 pemasok komponen lokal terlibat dalam produksi mobil Honda," katanya.

Selain memasarkan mobil di dalam negeri, HPM juga mengekspor sejumlah model termasuk Freed. "Kami juga mengekspor (komponen) mesin," ujar Jonfis, ketika ditemui di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan ini. Sayang, ia tidak memiliki data jumlah dan nilai ekspor Honda di Indonesia. Namun ia memiliki data, bahwa tahun 2014 penjualan HPM tumbuh signifikan dibandingkan produsen otomotif lain yang telah berinvestasi di Indonesia.

"Tahun lalu kami tumbuh 74 persen dibandingkan 2013," kata Jonfis. Pada 2014 penjualan HPM mencapai 159.147 unit dari tahun sebelumnya sebanyak 91.493 unit. Pertumbuhan itu didongkrak oleh kehadiran kendaraan serbaguna kecil (LMPV) Honda Mobilio.

Mobil yang diperkenalkan pertama kali kepada dunia di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013 itu, membukukan penjualan sebesar 79.288 unit pada 2014.

Tahun ini, meski masih dibayang-bayangi indikator ekonomi makro yang "berat" seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tinggi pada kisaran Rp12.500/ dolar AS dan pertumbuhan ekonomi yang rendah pada kisaran lima persen, Jonfis optimistis penjualan mobil Honda akan naik menjadi 175 ribu unit.

"Kami yakin semester kedua tahun ini penjualan bakal tumbuh lagi," ujar Jonfis yang menilai efektifitas kebijakan pemerintah baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo akan terlihat pada semester kedua. Oleh karena itulah dalam rencana pengembangan bisnisnya, HPM tetap menjadwalkan perluasan jaringan penjualan dan layanan dengan membuka 49 dealer baru tahun ini, salah satunya di Jayapura, Papua.

"Target kami tahun ini ada 150 dealer 3S (sales, service, sparepart) di seluruh Indonesia," katanya lagi. Tahun lalu HPM telah mempunyai 101 dealer. Penambahan jumlah dealer menjadi kebutuhan HPM di tengah populasi mobil Honda yang meningkat, di samping untuk mendongkrak penjualan lebih tinggi.

Selain investasi pada perluasan jaringan pemasaran dan pelayanan, HPM juga berencana menambah investasi di bidang perakitan.

Honda menargetkan pada 2016 kapasitas produksi bisa menembus angka 300 ribu unit dari saat ini sebesar 200 ribu unit. "Sampai saat ini rencana investasi itu masih dalam jadwal," kata Jonfis. Ia optimistis bila penjualan tahun 2015 bisa menembus angka 175 ribu unit, maka sangat mungkin kapasitas produksi pada 2016 ditambah sesuai target.

"Kondisi sekarang kapasitas produksi mobil secara nasional masih kelebihan pasokan," katanya.

Dari kapasitas produksi secara nasional sekitar dua juta unit, pasar domestik hanya sekitar 1,2 juta unit dan ekspor sekitar 200 ribu unit, sehingga ada kapasitas idle (tidak terpakai) sekitar 600 ribu unit. Oleh karena itulah Honda diperkirakan akan merealisasikan investasinya tahun depan, sambil melihat situasi pasar Indonesia.

Oleh Risbiani Fardaniah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2015