Kami akan kawal dan pantau pengungkapan kasus ini, baik secara pribadi maupun kelembagaan, agar tidak terulang,"
Magelang (ANTARA News) - Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, keamanan, dan hak asasi manusia akan mengawal pengungkapan kasus teror pelemparan bom molotov di rumah wartawan Radar Jogja di Magelang, Frietqi Suryawan.

"Kami akan kawal dan pantau pengungkapan kasus ini, baik secara pribadi maupun kelembagaan, agar tidak terulang," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Tjatur Sapto Edy di Magelang, Jateng, Jumat.

Ia menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan bertemu dengan ratusan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Kedu di Gedung AH Nasution di kompleks Akademi Militer Magelang.

Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut harus serius agar ke depan tidak terulang kejadian yang sama.

"Nanti akan kami panggil pihak-pihak yang terkait," kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah ini.

Ia mengaku kaget dengan masih adanya kekerasan dan intimidasi yang dialami jurnalis. Padahal kerja jurnalis sudah diatur dalam UU Pers dan merupakan pilar terbentuknya negara demokrasi.

"Seharusnya sudah tidak ada lagi kasus seperti itu kepada jurnalis, karena ini negara demokrasi," katanya.

Setelah teror pelemparan bom molotov di rumah Frietqi Suryawan pada Senin (24/2) dini hari, Polres Magelang Kota belum mampu mengungkap siapa pelaku pelemparan tiga bom molotov tersebut. Padahal sudah melibatkan berbagai pihak maupun cara, termasuk melibatkan Puslabfor Polda Jateng, Tim Inafis dan Tim Teknologi Informasi.

"Kami sudah lakukan proses penyelidikan dengan berbagai cara, hingga melibatkan tim teknologi informasi (TI) guna menganalisa berbagai data informasi. Doakan, semoga segera terungkap dan jangan segan-segan memberikan informasi kepada kami," kata Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria Dwianto. (*)

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014