Cirebon (ANTARA News) - Sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nopol D 1777 PH disita Polresta Cirebon setelah sebelumnya ditemukan terparkir di halaman parkir UGD RSUD Gunung Jati Jl Sudarsono, kota Cirebon, Senin siang.

Petugas Satuan Reskrim dari Polresta Cirebon dan Satuan Intelkam yang mendapat informasi adanya mobil tak bertuan segera mendatangi lokasi, lalu menjebol kunci pintu dan starter mobil agar bisa dibawa ke Mapolresta Cirebon.

Mobil tersebut dicurigai merupakan hasil kejahatan dan kuat dugaan digunakan kawanan perampok yang menggasak uang sebesar Rp2,6 Miliar dari kendaraan milik Bank Panin Cirebon pada akhir tahun 2008 lalu.

Dugaan itu diperkuat keterangan saksi di sekitar rumah sakit bahwa saat kejadian perampokan tersebut mobil itu sempat menghilang dari tempat parkir dan kembali lagi ke lokasi parkir dengan plat nomor berbeda.

Saat menggeledah mobil tersebut, polisi juga menemukan sepasang plat nomor asli di bawah jok mobil tersebut sehingga petugas masih mengusut pemilik asli kendaraan tersebut.

Mohammad Soleh alias Guteres seorang petugas mobil ambulance RSUD Gunung Jati Cirebon yang melaporkan temuan itu mengatakan bahwa mobil tersebut ditinggal pemiliknya sudah terhitung empat hari sehingga menimbulkan kecurigaan.

"Sebelumnya mobil itu berplat nomor Z 1445 KC dan terparkir di sini (RSUD Gunung Jati,red) selama sebulan. Tapi sekitar tanggal 29 Desember 2008 mobil ini keluar dari areal parkir. Kemudian setelah ada kejadian perampokan Bank Panin, mobil ini masuk lagi ke areal parkir tanggal 1 Januari 2009 dengan plat nomor yang berbeda yaitu D 1777 PH," katanya.

Sementara Kapolresta Cirebon AKBP Ir Ary Laksmana Wijaya melalui Kanit II bagian Curanmor Polresta Cirebon Aiptu Sayuti Ubrata SH mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menguak misteri pengguna terakhir kendaraan itu.

"Setelah kami hubungi kantor Samsat di Bandung ternyata plat nomor D 1777 PH itu palsu dan tidak dikenal. Kami melakukan olah TKP untuk menemukan sejumlah sidik jari yang terekam di kendaraan itu," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan rampok bersenjata api berhasil menggasak sedikitnya Rp2,6 miliar uang milik Bank Panin Kabupaten Kuningan setelah kendaraan yang mengangkut uang tersebut dicegat di Jl.Ahmad Yani (By pass) Kelurahan, Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, tanggal 30 Desember 2008 lalu.

Perampokan berawal saat kendaraan jenis Kijang Inova nopol E 1206 AH milik Bank Panin Kuningan hendak menyetorkan uang ke Bank Panin Cabang Cirebon di Jl Yos Sudarso.

Kendaraan yang dikendarai Diding berangkat dari arah Kuningan menuju Cirebon sekitar pukul 15.00 wib, namun tepat di Fly Over Jl Ahmad Yani Cirebon, kendaraan itu dipepet kendaraan lain jenis Kijang Inova warna silver.

Saat itu, pengendara Kijang Silver sempat berhenti dan meminta maaf kepada kendaraan milik Bank Panin, namun itu hanya akal-akal pelaku untuk melihat situasi di dalam mobil yang saat itu membawa juga karyawan Bank Panin Kuningan, Yane dan satpam, Suheru.

Namun baru sekitar 500 meter kendaraan bank bergerak kembali, tiba-tiba kendaraan Kijang silver tersebut dengan satu kendaran lain jenis Avanza serta dua sepeda motor jenis Yamaha RX-King memepet kembali kendaraan bank sehingga posisinya terkurung tidak bisa bergerak.

Perampok langsung mengambil alih kendaraan dan membawa ketiga penumpang ke Jalur Pantura arah Jawa Tengah. Sekitar tiga kilometer, tepat di Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, para pelaku menghentikan kendaraan dan memindahkan berangkas yang berisi uang sebesar Rp2.6 miliar ke kendaraan mereka, sementara kendaraan bank dan tiga orang penumpangnya di tinggal begitu saja.(*)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009