Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan membentuk Forum Masyarakat Statistik (FMS) yang bertugas memberikan masukan dan sumbang saran terhadap kinerja dan pengolahan data Badan Pusat Statistik (BPS) "Forum Masyarakat Statistik memberi masukan, bukan untuk mengintervensi BPS. Pembentukannya pun melalui keputusan menteri Bappenas," kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzeta, sebelum mengikuti Rakor Menteri Ekonomi dan Sosial di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis. FMS akan independen karena terdiri atas unsur pemerintahan, masyarakat, unsur profesional, dan ahli statistik untuk mengkaji dan memberikan pendapat terhadap metode-metode yang dipakai BPS. "Pembentukan FMS juga sesuai dengan Undang-Undang BPS," katanya. Sebagai tahap awal FMS akan memberi rekomendasi terkait jumlah sampel sepuluh ribu rumah tangga yang dilakukan BPS dalam pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk merepresentasikan 55 juta rumah tangga di Indonesia. "Kalau 10 ribu rumah tangga saya ragu. Memang jumlah sampling sebesar itu tidak fatal, tapi indikatornya kurang akurat," katanya. Menurutnya jumlah itu sangat terbatas karena angka penduduk Indonesia mencapai 220-230 juta orang, sehingga jumlah samplingnya perlu dikembangkan. Namun sebagai indikator, angka sampling itu sudah memadai tapi operasionalnya harus menggunakan data-data Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penggunaan data BLT, katanya, karena memuat antara lain alamat penerima dan siapa penerimanya, meskipun data itu merupakan kombinasi antara data penduduk miskin, setengah, maupun kategori sangat miskin. (*)

Copyright © ANTARA 2006