Jakarta (ANTARA News) - FIFGroup, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan pembiayaan sepeda motor dan peralatan elektronik, mulai terjun ke pelayanan kredit pemilikan mobil baik bekas maupun baru.

FIFGroup menargetkan dapat mengucurkan kredit untuk 300 unit mobil pada tahap awal terjun ke segmen pasar baru itu.

"Kita punya sekitar 300 cabang di luar Jawa dan kalau tiap cabang satu berarti kita bisa 300 unit," kata CEO FIFGroup Suhartono di Yogyakarta, Rabu.

Suhartono mengatakan, FIFGroup akan terjun ke pembiayaan pemilikan mobil pada tahun-tahun ini dan dimulai dari daerah-daerah yang selama ini tidak dilayani perusahaan afiliasinya di Grup Astra, ACC.

"Kita akan mulai dari luar Jawa dan akan terus bergerilya mulai dari 1 unit per cabang. Di luar Jawa kita punya 300 cabang jadi 300 unit," katanya.

Langkah FIFGroup terjun ke pembiayaan mobil bukan tanpa alasan, dan menurut Suhartono karena memang ke depan kebutuhan konsumen akan mobil juga akan meningkat baik dari sisi daya beli maupun gaya hidup.

Di sisi lain, makro ekonomi Indonesia juga diperkirakan akan terus membaik dan income per kapita pada 2015 akan tumbuh sekitar Rp4.500, bahkan pada 2015 sekitar Rp10 ribu.

Sementara khusus mengenai pasar pembiayaan sepeda motor tahun depan terutama terkait naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia, Suhartono mengatakan dampaknya akan kecil karena kenaikannya juga hanya 25 basis poin.

"Bagi cicilan kredit sepeda motor itu pengaruh kenaikannya hanya Rp5 ribu-Rp10 ribu, jadi tidak begitu terasa atau tidak signifikan," katanya.

FIFGroup, kata Suhartono, tidak khawatir dengan kenaikan suku bunga, kenaikan upah buruh, maupun persaingan yang semakin ketat tahun depan.

"Kuncinya produktivitas dan efektivitas, itu yang kita tekankan. Dengan produktivitas dan efektivitas otomatis akan efisien," katanya. (*)

Pewarta: Suryanto
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2013