Shenzen (ANTARA) - Shenzhen, kota yang berkembang pesat di bagian selatan China, mengumumkan sejumlah rencana untuk membangun 300 stasiun pengisian daya supercepat (supercharging) baru dalam tiga tahun ke depan.

Hal itu dalam upaya untuk lebih memfasilitasi pengisian daya kendaraan energi baru (NEV).

Pengumuman tersebut disampaikan dalam International Digital Energy Expo 2023, di mana Shenzen juga melakukan debut untuk stasiun peragaan pengisian daya supercepat berpendingin cairan (liquid-cooled) pertama.

Usulan proyek pembangunan itu merupakan bagian dari inisiatif lebih luas untuk menjadikan Shenzhen sebagai "Kota Pengisian Daya Supercepat" tahun 2030. Inisiatif itu untuk membuat stasiun pengisian daya supercepat sebanyak stasiun pengisian bahan bakar di kota itu di tahun 2025.

Dalam kondisi optimal, stasiun peragaan pengisian daya supercepat berpendingin cairan, yang dikembangkan dalam kemitraan dengan biro catu daya Shenzhen di bawah China Southern Power Grid dan Huawei Technologies, dapat memasok cukup daya hanya dalam satu detik untuk menempuh jarak sejauh 1 Km.

Teknologi baru itu memberikan lingkungan pengisian daya yang lebih tenang, lebih stabil, dan lebih aman dibandingkan dengan metode pendinginan udara tradisional. Selain itu, dengan lebih sedikit suku cadang yang rentan terhadap keausan, masa pakai peralatannya dapat mencapai 20 tahun lebih lama.

Stasiun pengisian daya supercepat tersebut akan dibangun di sekitar area lalu lintas padat, seperti bandara, pusat kereta cepat, taman kota, dan pusat komersial, untuk mendukung permintaan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat.

Shenzhen merupakan rumah bagi 24.000 perusahaan energi baru dan energi digital serta mencatatkan kepemilikan 860.000 unit NEV. Wali Kota Shenzen Qin Weizhong mengatakan tingkat penetrasi NEV di kota tersebut melampaui 60 persen.

Shenzhen sudah meluncurkan sebuah rencana yang berupaya meningkatkan kepemilikan NEV menjadi 1,3 juta unit pada 2025.
 

Pewarta: Xinhua
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2023