Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melarang siswa membawa mainan lato-lato ke sekolah agar tidak mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf Zain di Mataram, Selasa, mengatakan larangan itu sudah disampaikan melalui surat edaran kepada semua sekolah baik tingkat SD maupun SMP se-Kota Mataram.

"Dalam surat tersebut, kami melarang siswa membawa dan memainkan lato-lato di lingkungan sekolah," katanya.

Baca juga: Disdik Banjarmasin larang permainan lato-lato di sekolah

Surat edaran tersebut dikeluarkan menyikapi maraknya permainan lato-lato yang saat ini viral di media sosial, sehingga mengganggu konsentrasi anak saat belajar ketika mainan tersebut dibawa dan dimainkan di sekolah apalagi di ruang kelas.

Menurut dia, edaran larangan membawa mainan lato-lato ke sekolah dimaksudkan untuk menjaga kenyamanan anak-anak dalam proses belajar mengajar atau agar selama di sekolah anak-anak bisa fokus belajar. Selain itu, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak.

"Mainan lato-lato ini keras dan lumayan berat, kalau putus atau tidak sengaja kena teman mereka kan bisa cedera," katanya.

Baca juga: Disdik Biak larang siswa bawa lato-lato ke sekolah

Terkait dengan hal itu, pihak sekolah diminta untuk melakukan razia lato-lato ketika anak-anak hendak masuk ke halaman sekolah dan ruang kelas.

"Edaran itu baru kita sampaikan kemarin, dan mungkin tadi pagi sekolah sudah mulai razia lato-lato," katanya.

Menurut dia, lato-lato hasil razia siswa tersebut diminta untuk dikumpulkan di ruang guru atau kepala sekolah sebagai barang sitaan siswa dan tidak dikembalikan lagi.

Baca juga: Pemkot Lhokseumawe larang siswa bawa mainan lato-lato ke sekolah

"Harapannya, semoga hal itu bisa memberikan efek jera kepada anak-anak untuk tidak lagi membawa mainan ke sekolah," katanya.
 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2023