Jakarta (ANTARA News) - Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengemukakan, pertemuan Dewan Pembina Partai Demokrat, Selasa malam, membahas kelanjutan konsolidasi internal partai.

"Seperti yang saya bilang kemarin, ada pertemuan wanbin, ketum dan sekjen. Tapi, yang saya tahu, tak ada pembahasan yang mengarah ke mana-mana," katanya dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, inti pertemuan tersebut hanya membahas kelanjutan konsolidasi internal, penajaman peran eksternal partai dan peningkatan kinerja partai di tingkat nasional maupun di daerah-daerah.

"Ketua Wanbin hanya mendorong Ketua Umum Partai, Sekjen, jajaran DPP dan FPD untuk terus bekerja keras meningkatkan eksistensi dan peran PD di masyarakat. Semoga ini bisa memperjelas," kata anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu.

Dewan Pembina Partai Demokrat berkumpul untuk memberikan pandangan kepada Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono mengenai perkembangan situasi terakhir yang dinilai mengancam kesolidan partai tersebut.

Salah satu anggota dewan pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, mengatakan dalam pertemuan dijadwalkan berlangsung di kediaman pribadi Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Selasa malam pukul 19.00 WIB itu, dewan pembina menyampaikan hasil evaluasi.

"Pertama, kami harus membuat Partai Demokrat semakin solid ke depan, tentu perlu ada evaluasi," ujarnya.

Syarif mengakui kesaksian Mindo Rosa Manulang di persidangan yang menyebutkan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games di Sumatera Selatan cukup mengganggu partai.

Partai Demokrat, lanjut dia, akhirnya dicitrakan terbawa-bawa dalam kasus tersebut. "Sehingga ada satu pencitraan bahwa seakan-akan Partai Demokrat itu terbawa-bawa juga. Ini yang tidak kami kehendaki," katanya.

Menurut Syarif, Partai Demokrat menginginkan masalah tersebut selesai secara jelas sehingga jika memang tidak tersangkut dan tidak bersalah dalam kasus tersebut harus ada pernyataan terbuka yang disampaikan kepada publik.

"Pada dasarnya kami harus secepatnya melakukan klarifikasi agar persoalan ini selesai. Itu intinya. Klarifikasi agar masalah ini terang benderang, jangan seperti selama ini, apakah terlibat ataukah tidak. Kan akhirnya citra partai menjadi kurang bagus," tuturnya.

Syarif mengatakan, pertemuan di Puri Cikeas Indah merupakan representasi dari dewan pembina yang terdiri atas sembilan sampai sepuluh orang.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut antara lain Andi Mallarangeng yang menjaabat sekretaris dewan pembina Partai Demokrat serta beberapa anggota dewan pembina seperti Soekarwo yang menjabat Gubernur Jawa Timur, Ventje Rumangkang dan Sinyo Harry Sarundajang yang menjabat Gubernur Sulawesi Utara.

Syarif memastikan Anas tidak akan hadir dalam pertemuan untuk membahas konsep pembenahan dalam Partai Demokrat itu.

Dewan Pembina Partai Demokrat, lanjut dia, sampai saat ini belum berencana memanggil Anas guna dimintai klarifikasi.

Keputusan apakah Anas perlu dimintai keterangan, kata Syarif, bergantung sepenuhnya pada keputusan Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina.

(TZ.S023/I007)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012