Jember (ANTARA News) - Sebanyak enam belas dari 31 Kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam status siaga I, menyusul curah hujan yang masih cukup tinggi. Kepala Badan Kesataun Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Pemkab Jember, Sudjak Hidayat, kepada ANTARA, Minggu, Bupati Jember, MZA Djalal telah mengintruksikan kepada semua pimpinan wilayah kecamatan siaga dan segera melakukan antisipasi terhadap terjadinya bencana. "Sebab di 16 kecamatan itu sangat rawan terjadinya bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, yang diakibatkan oleh perubahan cuaca dan kondisi hutan yang gundul," tegasnya. Ke 16 kecamatan yang dinyatakan Siaga I, diantaranya Kecamatan Rambipuji, Panti, Jelbuk, Arjasa, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Jombang, Tanggul, Balung dan Wuluhan. "Kecamatan itu pada umumnya berada dilokasi daerah berbukit dan rawan longsor," katanya. Sementara itu, Ketua Pemantau Birokrasi (IBW) Jember, Sudarsono, meminta pada pemerintah Kabupaten untuk segera melakukan rehabilitasi terhadap daerah yang rawan , seperti melakukan gerakan penghijauan atau membenahi bendungan yang rusak. "Jadi jangan menunggu bila bencana tiba dan memakan korban, baru melakukan langkah-langkah yang itu tidak efektif sekali," katanya. Untuk itu, kata dia, bila Pemkab Jember ingin warganya terhindari dari bencana maka perlu secara dini melakukan antisipasi.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2006