Kendari (ANTARA News) - Film dokumenter Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berjudul "The Mirror Never Lies" atau "Cermin Tidak Pernah Bohong" akan diputar di Toho Cinemas Roppongi Hills (TCRH) Tokyo, Jepang pada 23 Oktober 2011.

Kepastian pemutaran film dokumenter Wakatobi diputar di TCRH Tokyo tersebut disampaikan Bupati Wakatobi, Hugua, melalui telepon dari Wangi-wangi, Ibukota Kabupaten Wakatobi, Rabu.

"Saya sendiri sebagai pihak yang memproduksi film tersebut diundang ikut menyaksikan pemutaran film tersebut," katanya.

Selain dirinya yang diundang pihak penyelenggara pemutaran film tersebut, katanya, sutradara film, Mila Karmila, juga akan ikut menyaksikan pemutaran film dokumeter Wakatobi di CTRH tersebut.

"Saya dari pihak yang memproduksi film dan Mila Karmila sutradara film diundang hadir karena setelah selesai pemutaran film tersebut akan ada diskusi mengenai ide dan materi dari film itu," katanya.

Sebelumnya, Hugua mengatakan film "The Mirror Never Lies" masuk nominasi film terbaik di empat Festival Film Internasional (FFI).

Keempat FFI yang menominasikan film dokumenter Wakatobi sebagai film terbaik tersebut adalah Busan Internasional Film Festival (Korea Selatan), Tokyo Internasional Film Festival (Jepang), Mumbai Internasional Film Festival (India) dan Kanada Internasional Film Festival (Kanada).

"Film yang memadukan keindahaman alam dan kearifan budaya lokal masyarakat suku Bajo Wakatobi itu juga pernah diputar di Studio Film 21 Jakarta," katanya.

Di Indonesia sendiri, film dokumenter yang sudah masuk layar lebar itu tidak begitu mendapat perhatian.

Namun, di dunia Internasional ujarnya, film tersebut justru mendapatkan tempat yang terhormat, sehingga dinominasikan sebagai film terbaik.

Menurut Hugua, film dokumenter yang berkisah keluarga berlatar belakang kehidupan laut itu diproduksi oleh sutradara film nasional, Garin Nugroho bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan WWF-Indonesia.

"Bintang sinetron nasional, Atiqah Hasiholan dan Reza Hardian, menjadi pemeran utama dalam film yang sudah masuk layar lebar dan dikomersilkan itu," katanya.

Ia mengatakan, tujuan pemeirntah Wakatobi membuat film tersebut, untuk mempromosikan keindahan alam Wakatobi, terutama alam bawah lautnya dan kearifan lokal masyarakat Wakatobi dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.
(T.S032/E011)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011