Jakarta (ANTARA News) -  Komunitas Nissan Leaf "beda" dengan kumpulan pemilik kendaraan lain yang sekedar "kongkow-kongkow". Para pemilik Nissan Leaf justru masing-masing sibuk menemukan cara agar kendaraan murni listrik itu bisa lebih optimal.

New York Times melaporkan salah satu anggota komunitas itu adalah Gary Giddings (69), Phd bidang elektro  dari University California, Berkeley.

Dia bersama puluhan peminat Leaf menemukan dan memperbaiki sendiri kelemahan petunjuk isi baterai di dashboard Leaf.

Petunjuk baterai itu bisa "menipu" pengemudi dengan menyebut baterai hampir habis padahal masih ada beberapa mil lagi yang bisa ditempuh.

"Kami membaca program di Leaf, membongkar kode-kodenya untuk mencari bugs dan kami coba perbaiki." kata Giddings.

Dia menggunakan peralatan diagnosa untuk masuk ke bagian elektronik Leaf. Giddings lalu mengembangkan sendiri petunjuk baterai listrik yang bisa lebih rinci memberi tahu pengemudi tentang sisa persediaan listrik di baterai. Ternyata, pengemudi bisa menambah jarak tempuhnya hingga 10 persen lebih.

Menurut Giddings, petunjuk baterai di dashboard Leaf sudah pada posisi nol "bar" padahal masih ada sedikit untuk menempuh perjalanan.

"Petunjuk itu 'main tebak' 0 meter karena tidak bisa menentukan berapa banyak yang tersisa di baterai," kata Giddings.Dia menjual peralatan temuannya seharaga 170 dan 280 dolar.

"Di kelompok ini kami jadi teman dan sejawat," katanya.

Anggota lainnya, konsultan teknik Phil Sadow, bahkan menciptakan hal yang sangat berguna: colokan 120 volt standar Leaf dimodifikasi hingga bisa menerima tegangan 240 volt.

Manfaatnya adalah waktu isi ulang baterai jadi lebih singkat yaitu delapan jam dari yang sebelumnya 20 jam.

Dia membuat alat itu karena "tak terima" para pemilik harus bayar 6.000 dolar lagi untuk peralatan isi ulang 240 volt.

"Harganya mahal padahal isinya hampir sama dengan hair dryer seharga 10 dolar," katanya. Dia mengemukakan peralatan standar dari Leaf mampu untuk 12 amps pada 240 volt. Dia juga mengemukakan perlu modifikasi  perangkat lunak pada pengendali mikro.

"Saya adalah insinyur elektro jadi ini bukan main retas. Ini benar-benar profesional. Kalau ada garasi terbakar gara-gara alat saya, habislah saya," kata Sadow.

Dia mengklaim hampir 15 persen dari 7.000 pemilik Leaf sudah menggunakan alat yang dia produksi.

Di sisi lain, perwakilan Nissan mengemukakan mereka tidak menganjurkan penggunaan alat Sadow karena belum ada sertifikat keamanannya.
(SDP-02)   
Penerjemah: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011