Jakarta (ANTARA) - Konsultan tim Red Bull Helmut Marko menyatakan timnya siap bertarung untuk kemenangan di Grand Prix Arab Saudi akhir pekan ini setelah mengidentifikasi penyebab dari gangguan bahan bakar yang mereka alami di Bahrain.

Tim yang dimiliki perusahaan minuman energi itu mendapati kedua mobil mereka DNF atau gagal finis di balapan pembuka musim di Sakhir pekan lalu setelah Max Verstappen dan Carlos Sainz mengalami gangguan bahan bakar jelang akhir lomba.

Marko menyatakan masalah itu disebabkan oleh kondisi vakum di sistem bahan bakar mobil generasi baru mereka.

Marko membantah bahwa kedua pebalap kehabisan bahan bakar karena tim tidak mengisi tangki dengan kapasitas yang cukup untuk menyelesaikan jarak lomba.

Baca juga: Verstappen pamerkan kecepatan Red Bull di hari terakhir tes Bahrain

Kepada F1 Insider, Marko menyebut masalah itu akan ditangani Red Bull akhir pekan ini.

"Sederhananya, kevakuman di sistem menyebabkan mesin kehabisan bahan bakar. Saya rasa kami dapat memecahkan masalah ini akhir pekan nanti," kata Marko dikutip AFP, Kamis.

"Tanpa menyebut angka pasti, masih ada cukup bahan bakar tersisa di tangki kedua mobil. Pada dasarnya kami cukup cepat. Kami hanya tidak mampu menunjukkan potensi kami.

"Kami akan kembali saat ini dengan kecepatan penuh dan bertarung untuk menang."

Baca juga: Charles Leclerc juarai balapan pembuka musim F1 2022 GP Bahrain

Charles Leclerc mengawali musim baru Formula 1 2022 dengan gemilang mengantarkan mobil Ferrari yang dikendarainya finis terdepan dan menjadi juara dalam balapan seri pembuka Grand Prix Bahrain di Sirkuit Internasional Bahrain, Sakhir, Minggu.

Pebalap asal Monako itu menyudahi paceklik yang dialaminya dan Ferrari dalam meraih kemenangan sebuah balapan F1 sejak 2019 saat jadi yang terdepan di Grand Prix Italia.

Leclerc yang memulai balapan dari pole position mampu menuntaskan 57 putaran lomba dengan catatan waktu satu jam 37 menit 33,584 detik.

Baca juga: Vettel masih diragukan tampil untuk Grand Prix Arab Saudi

Rekan setim Leclerc, Carlos Sainz, finis di urutan kedua dengan selisih waktu 5,598 detik untuk melengkapi dominasi Ferrari di dua tempat terdepan dalam balapan pembuka musim ini.

Keberhasilan Ferarri finis di dua terdepan tidak lepas dari nasib buruk Red Bull yang memaksa juara dunia Max Verstappen gagal menyelesaikan lomba saat balapan tinggal menyisakan tiga lap lagi dan hal serupa dialami pula rekan setimnya Sergio Perez yang tergelincir tepat pada putaran terakhir.

Petaka Red Bull jadi durian runtuh bagi Mercedes, di mana Lewis Hamilton finis untuk menempati podium ketiga dan rekan barunya George Russell berada di urutan keempat.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
Copyright © ANTARA 2022