Wenzhou, China (ANTARA News) - Media dan publik China menyuarakan kemarahan, Senin, setelah kecelakaan kereta api mematikan yang menyebabkan penurunan nilai saham kereta api dan memunculkan keraguan pada perkembangan cepat dari jaringan kereta berkecepatan tinggi di negara itu.

Ribuan warga China menyuarakan pendapatnya di situs-situs media sosial dan mengekspresikan kemarahan mereka atas penanganan bencana. Sebagian dari mereka mengatakan mereka mencurigai jika skala kecelakaan ditutup-tutupi.

Pihak berwenang, Minggu, memecat tiga pejabat senior kereta api dan meluncurkan apa yang disebut pemerintah sebagai "peninjauan mendesak" dari keamanan kereta api nasional untuk meredakan kekhawatiran publik.

Namun para ahli mengatakan kecelakaan itu, yang menewaskan sedikitnya 36 orang - termasuk dua orang warga Amerika Serikat dan Italia - dan terburuk yang pernah terjadi dalan sejarah kereta api cepat China, akan memicu kegelisahan umum.

"Saya pikir ini telah mengkonfirmasi ... banyak kekhawatiran atas pemotongan biaya dan pemotongan yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir," kata Alistair Thornton, seorang analis senior di perusahaan riset IHS Insight Global.

Ratusan juta warga China bergantung pada kereta api dan setiap masalah membangkitkan minat publik yang luar biasa di negara yang meskipun mengalami ledakan perdtumbuhan ekonomi, tetapi perjalanan udara tetap cukup mahal bagi kebanyakan orang.

Di stasiun kereta api di Wenzhou, kota di bagian timur tempat dimana kereta api menuju saat kecelakaan terjadi pada Sabtu malam, banyak penumpang tetap tidak yakin dengan jaminan pemerintah.

"Saya khawatir, kemarin ketika saya memesan tiket saya bertanya-tanya apakah saya akan naik bus saja sebagai gantinya," kata Yu Dabao, 47 tahun, pekerja industri pakaian, kepada AFP.

"Anda perlu memperluas untuk mengembangkan, (tapi) itu perlu dilakukan dalam cara yang tertib dan saya tidak berpikir itu benar dilakukan. Sebelumnya, tidak ada kereta api berkecepatan tinggi. Ini terlalu cepat. Ini bukanlah sesuatu yang harus terjadi. "

Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS di Beijing mengatakan kepada AFP dua orang Amerika Serikat telah tewas dalam kecelakaan itu dan pejabat konsulat telah menghubungi kerabat mereka.

Seorang wanita Italia berusia sekitar 22 juga tewas, kata para pejabat kedutaan.

Orang tua seorang bocah berusia dua tahun secara ajaib ditemukan hidup setelah 21 jam di reruntuhan meninggal, kata media pemerintah.

Kecelakaan itu juga memukul kepercayaan investor.

"Kementerian kereta api sedang menyelidiki penyebab kecelakaan dan kami akan terus memantau perkembangan, "kata juru bicara Cand Rolling Stock (CSR) yang menolak untuk disebutkan namanya kepada AFP.

Jaringan kereta api cepat China dibuka untuk penumpang umum pada 2007, dan telah tumbuh dengan kecepatan sangat pesat berkat pendanaan besar dari negara dan sudah menjadi yang terbesar di dunia, dengan 8.358 kilometer jalur pada akhir tahun lalu.

Tetapi beberapa ahli mengatakan kecepatan pertumbuhan telah menyebabkan sistem mengalami masalah, dan dalam beberapa pekan terakhir penundaan dan pemadaman listrik telah melanda jalur kereta cepat antara Beijing dan Shanghai.

Dalam insiden terbaru kegagalan daya di provinsi bagian timur, Anhui, mengakibatkan lebih dari 20 kereta terhenti selama tiga jam pada Senin, kata juru bicara Biro Kereta Api Shanghai kepada Xinhua.

People`s Daily, yang merupakan harian dari Partai Komunis yang berpengaruh, Senin, menurunkan kolom yang menunjukkan keamanan mungkin telah dikompromikan dengan terburu-buru untuk membangun sistem terkemuka dunia.

"Kecelakaan itu mungkin telah dihindari jika perhatian yang cukup diberikan kepada (masalah-masalah terbaru)," kata penulis, bernama Zhang Tie.

Laman-laman microblogging populer berdengung dengan kritik kepada otoritas, dengan beberapa menyerukan pengunduran diri menteri kereta api Sheng Guangzu dan yang lain mendesak agar wisatawan menghindari kereta api kecepatan tinggi China.

"Para insinyur yang membuat kereta kecepatan tinggi tidak pernah bepergian dengan kereta api berkecepatan tinggi karena mereka tahu ada risiko keamanan," tulis salah satunya.

Lainnya menuduh pemerintah "mengubur" bukti yang bisa membantu untuk menentukan penyebab tabrakan.

Pekerja darurat di lokasi kecelakaan terlihat menggunakan alat berat untuk mengubur reruntuhan, dan pihak berwenang China telah dikutip mengatakan mereka melakukannya untuk melindungi teknologi rahasia negara itu.

Kekhawatiran tentang korupsi resmi juga muncul kembali, setelah auditor pemerintah China mengatakan awal tahun ini bahwa perusahaan konstruksi dan individu menyedot 187 juta yuan dari proyek Beijing-Shanghai pada 2010.

Pada bulan Februari, Beijing memecat mantan Menteri Perkereta Apian Liu Zhijun yang diduga menerima suap lebih dari 800 juta yuan ($ 124 juta) terkait kontrak pengembangan kereta kecepatan tinggi.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011