Washington (ANTARA News) - Barack Obama telah meraih kemenangan politik pertama dalam masa jabatan kepresidenannya -- ia diperkenankan mempertahankan Blackberry (BB) yang dicintainya.

Pada saat berlangsungnya krisis ekonomi yang mendalam dan gejolak di luar negeri, salah satu masalah paling hangat yang dihadapi Gedung Putih adalah nasib ponsel cerdas andalan presiden itu untuk berhubungan dengan dunia luar.

Selaku tokoh paling berpengaruh di dunia tampaknya memiliki keuntungan tersendiri baginya, karena Obama berhasil mengalahkan keberatan para pengawalnya dari Dinas Rahasia dan para pengacara pemerintah yang berupaya merenggut perangkat genggam kepercayaannya.

"Presiden boleh terus menggunakan BB lewat kompromi yang memperkenankan dirinya tetap berhubungan dengan staf senior dan kelompok kecil para sahabat pribadinya," kata jurubicara Gedung Putih, Robert Gibbs, Kamis.

"Mereka adalah kelompok yang kecil sekali," katanya, seperti dilaporkan AFP.

"Keamanan ditingkatkan untuk memastikan presiden dapat terus berkomunikasi, namun dengan cara yang begitu efektif dan terlindungi," kata Gibbs.

Penyandian ketat

Jurubicara itu tidak mengemukakan dengan jelas bagaimana perangkat presiden itu dilindungi atau apakah penyandian digunakan untuk mencegah komunikasi dengan ponsel itu dapat disergap atau rahasia keberadaannya dapat diketahui.

Menurut majalah The Atlantic, presiden akan menggunakan Blackberry standar, namun perangkat tersebut dilengkapi dengan "paket penyandian yang ketat" yang dikembangkan sebuah badan intelijen, kemungkinan Badan Keamanan Nasional.

Gibbs membenarkan bahwa setiap email yang dikirim atau diterima presiden akan tunduk pada ketentuan Presidential Records Act yang disahkan pada 1978 pasca skandal Watergate, yang mewajibkan penjagaan kerahasiaan setiap komunikasi Gedung Putih.

BB milik Obama selalu bersama Obama ke manapun ia pergi selama masa kampanye kepresidenannya dan ia telah menegaskan ponsel itu merupakan bagian yang berharga dalam strategi yang luas untuk menghindar dari kewajiban selalu merahasiakan masalah kenegaraan.

"Ini hanyalah salah satu alat dari sejumlah perangkat yang akan saya gunakan, untuk mendobrak gelembung, demi memastikan bahwa rakyat masih dapat menjangkau saya," katanya kepada CNN.

"Jika saya melakukan kekeliruan, seseorang di Chicago dapat mengirimkan email dan berkata, "Apa yang anda lakukan?"

"Saya ingin mendapatkan laporan, selain dari orang-orang yang akan segera bekerja untuk saya, dapat menjangkau dan menerima pesan tentang apa yang sedang terjadi di Amerika."

Dalam tulisannya pekan lalu pada Los Angeles Times, John Podesta, yang mengepalai tim tranasisi Obama, menulis memperkenankan Obama mempertahankan BB merupakan suatu yang penting untuk memungkinkan presiden berhubungan dengan dunia luar.

"Presiden yang dapat berhubungan dengan kalangan di luar lingkar dalamnya akan memberikan kepadanya akses bagi gagasan-gagasan segar dan kritik-kritik yang membangun," kata Podesta.

"Sebagai presiden, lebih penting dari segalanya agar ia tetap terkoneksi." (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2009