Jakarta (ANTARA News) - Sony Pictures Entertainment Inc, studio film dan televisi milik raksasa elektronik Jepang yang berbasis di Culver City, mengkonfirmasi pada Jumat malam bahwa mereka telah diretas dan telah bekerja sama dengan FBI untuk mengidentifikasi pelaku penyerangan.

Dalam sebuah pernyataan, chairman studio Sony itu Michael Lynton dan co-chairman Amy Pascal mengatakan, "Gelombang kejahatan cyber yang telah menggangu perusahaan Sony dan sejumlah instansi pemerintah, perusahaan dan individu dalam beberapa bulan terakhir juga menyerang Sony Pictures."

"(Kamis) siang, sekelompok kriminal peretas yang dikenal sebagai 'LulzSec' mengaku telah meretas beberapa laman kami," kata pernyataan itu. "Kami telah memastikan bahwa telah terjadi pembobolan dan kami telah mengambil tindakan untuk mengantisipasi serangan berikutnya."

Studio (Sony) telah menyewa "tim ahli profesional dari luar untuk melakukan analisis forensik akibat serangan tersebut." Selain itu, Sony telah menghubungi dan menjalin kerjasama dengan FBI untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku kejahatan."

"Kami sangat menyesal dan meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang disebabkan kejahatan cyber," kata pernyataan itu dikutip Los Angeles Time.

Pada Jumat, LulzSec, sebuah kelompok peretas mengaku bertanggung jawab atas serangan peretasan terhadap PBS dan laman Sony baru-baru ini.

Kelompok itu memposting data di laman Pastebin dan Associated Press telah melaporkan bahwa kelompok yang sama telah membocorkan informasi pribadi seperti nama login, password, alamat dan nomor telepon peserta kontes yang dipromosikan Sony.

(Adm/S026)

Penerjemah: Adam Rizallulhaq
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011