Jakarta (ANTARA News) - Alumni Institut Pertanian Bogor mengajak masyarakat untuk menggemari produk buah lokal agar produksinya meningkat dan tidak kalah dengan buah produk impor.

Hal itu terungkap dalam talkshow "Gemar Buah Lokal" dengan pembicara Ahmad Mukhlis Yusuf ((Direktur Utama Perum LKBN ANTARA) dan M Said Didu (Ketua Umum Himpunan Alumni IPB), di Jakarta, kemarin.

Ahmad Mukhlis Yusuf yang juga alumnus IPB, menyatakan, untuk menggemari buah lokal memerlukan peranan atau dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas.

"Seperti dalam rapat kabinet atau rapat tingkat gubernur, sajian buahnya menggunakan produk lokal, dan kalangan mediapun harus mendukungnya," katanya.

Dalam sosialisasi menggemari buah produk lokal itu, memerlukan solusi yang komprehensif hingga akan membuat petani "tersenyum".

Kendati demikian, ia mengingatkan agar buah produk lokal digemari masyarakat maka kualitasnya harus tetap terjaga.

Sejumlah buah produk lokal yang bisa menjadi prioritas, seperti, mangga, pisang, nanas dan jambu.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Alumni IPB, Said Didu, menyatakan, persoalan yang harus diperbaiki dalam soal buah produk lokal yakni kebijakan fiskal dan transportasi.

Selain itu, menurut dia kuatnya arus globalisasi, minimnya minat konsumen dan ketersediaan buah lokal di pasar modern dan tradisional menjadi penyebab produk lokal kalah bersaing.

Dia mengatakan buah impor khususnya dari China memiliki kualitas baik dan harganya sangat terjangkau, hingga tidak heran perbandingan nilai impor terhadap ekspor sebesar 293,9 persen.

"Karena itu, kita mengimbau masyarakat agar mengonsumsi buah lokal supaya produksi bisa naik," katanya.


Sosialisasikan Buah Lokal

Himpunan Alumni IPB berencana menggelar kegiatan kampanye "Gemari Buah Lokal" pada 10 Juli 2011.

Kegiatan tersebut berupa program sepeda dan jalan santai yang melibatkan lima ribu keluarga besar alumni IPB, dan masyarakat umum baik dari wilayah Jakarta dan seluruh Indonesia.

Puncaknya akan dilakukan penanaman bibit buah lokal sebanyak 20 ribu bibit yang diikuti oleh berbagai kalangan baik dari pemerintahan, pengusaha, LSM, pegawai swasta, ibu rumah tangga, anak-anak serta para pedagang buah lokal sendiri.(*)
(T.R021/A033)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011