Jakarta (ANTARA) - "Seperti sama-sama kita ketahui, sejak Desember 2019, pandemi COVID-19 sudah melanda seluruh dunia. Tentunya pandemi ini berdampak pada ekonomi Indonesia dan perubahan perilaku yang ada di masyarakat," jelas Arvin P. Sumbung selaku Product Marketing CV & LCV Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia saat diskusi daring, Kamis.

"Salah satunya adalah online purchase behavior yang terus meningkat. Proyeksi peningkatan penjualan e-commerce di Asia Tenggara bisa meningkat sebesar 14,3 persen. Dan di Indonesia sendiri, penjualan e-commerce diperkirakan mencapai 20 miliar USD," tambahnya.

Baca juga: Isuzu targetkan ekspor 6.000 unit Traga ke Filipina

Baca juga: Jokowi targetkan ekspor produk otomotif Indonesia capai 1 juta unit


Arvin menjelaskan bahwa meningkatnya penjualan tersebut juga berdampak pada peningkatan pengiriman barang untuk para pembeli. Meningkatnya pengiriman barang yang harus dilakukan tersebut pun tentunya berdampak pula pada peningkatan armada kendaraan niaga yang harus digunakan dalam pengiriman barang tersebut.

Akan tetapi, adanya pembatasan jalan di dalam kota, seperti pembatasan jalur yang dapat dilalui truk, hingga batas tinggi kendaraan yang boleh dilalui menjadi kendala bagi jasa pengiriman barang. Oleh sebab itu, PT Isuzu Astra Motor mencoba menjawab permasalahan tersebut dengan meluncurkan Isuzu Traga Blind Van.

"Isuzu Traga Blind Van ini kami rancang untuk memiliki kargo yang besar yaitu sebesar 5,2 meter2, dengan tinggi 2050 mm yang sengaja kami bikin agar bisa melalui jalur di mall, atau portal-portal yang ada di daerah perumahan," kata Arvin.

Untuk memudahkan akses keluar masuknya barang, Arvin mengatakan bahwa Isuzu Traga Blind Van memiliki 2 pintu yaitu pintu samping swing door dengan lebar 1 meter untuk barang-barang yang kecil dan pintu belakang hatchback untuk barang-barang yang lebih besar.

"Jadi bisa saya simpulkan Isuzu Traga Blind Van memiliki empat keunggulan. Pertama, spaces atau memiliki kargo yang besar. Kedua, memiliki akses yang cukup luas terhadap jalanan di Indonesia," ujar Arvin.

"Ketiga, good performance karena memiliki engine sesuai dengan Isuzu DNA yaitu tangguh dan irit, dan yang keempat memiliki durability yang baik karena kualitasnya dijaga langsung oleh Isuzu Indonesia," tutupnya.

Lebih lanjut, Attias Asril selaku Marketing Division Head PT Astra Motor Indonesia mengatakan, untuk tahap awal Isuzu Traga Blind Van akan disiapkan sebanyak 50 unit.

"Untuk Traga Blind Van, tahap awal kita akan coba dengan 50 unit ya. Kita lihat respon pasarnya seperti apa. Dan kita siapkan kapasitas produksi kita bisa sampai ke arah 100 unit per bulan gitu ya. Tapi tahap awal kita coba 50 dulu," kata Attias.

Baca juga: Isuzu tunda berbagai peluncuran varian terbarunya

Baca juga: Kenapa Isuzu Indonesia pilih Filipina untuk ekspor perdana Traga?

Baca juga: Isuzu Traga buatan Karawang bakal diekspor ke 20 negara

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021