Surabaya (ANTARA News) - Muhammad Ali Reza (15), salah satu santri korban insiden penyerangan Pondok Pesantren YAPI (Yayasan Pesantren Islam) di Kenep, Beji, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur (15/2), menunggu hasil pemeriksaan CT Scan untuk mata sebelah kanannya.

"Kami masih menunggu hasil CT-Scan dari dokter, tapi memang lukanya cukup parah," ujar salah satu staf pengajar Pesantren YAPI, Abdillah Al Habsy, ketika ditemui ANTARA di Rumah Sakit (RS) Mata Undaan, Surabaya, Rabu.

Hingga kini, Reza masih terbaring lemas di ruang VIP 208, RS Mata Undaan, Surabaya. Santri asal Jakarta itu mendapat rujukan dari rumah sakit di Bangil agar diperiksa di Surabaya karena luka matanya cukup parah.

"Oleh dokter, Reza juga sempat dioperasi karena kelopak mata kanannya robek sehingga berpengaruh pada pandangannya. Reza bilang kalau pandangannya masih buram. Meski jarak dekat sampai 10 centimeter, dia juga tidak bisa melihatnya dengan jelas," tuturnya sambil menunggui Reza yang sedang tertidur.

Abdillah juga menjelaskan, ketika penyerangan berlangsung, Reza berada di pintu gerbang dan menghalau penyerang, namun santri yang baru sekitar enam bulan menempuh pendidikan di pesantren tersebut terkena lemparan batu tepat di matanya.

"Semoga hasilnya tidak terlalu parah dan Reza bisa sembuh serta melihat seperti semula," harap Abdillah diamini rekan-rekannya.
(MSW*F002)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2011