Makassar (ANTARA News)- Ketua Umum PSSI Sulawesi Selatan Kadir Halid menegaskan seluruh pemain asing PSM terancam dideportasi setelah PSSI mencabut rekomendasi izin kerja dan izin tinggal mereka.

"Jika keputusan PSSI sudah seperti itu, maka pemain asing PSM siap-siap dikembalikan ke negaranya. Itu sudah menjadi aturan yang juga diakui federasi tertinggi FIFA," katanya di Makassar, Selasa.

Mantan Manajer PSM itu menjelaskan, selain Kwon Jun (Korsel) dan Richard Knopper (Belanda), tiga pemain asing PSM Makassar lainnya yakni Srecko Mitrovic (Australia), Goran Subara (Australia), dan Marwan Mustafa Sayedeh (Suriah) sebenarnya sempat mendapat rekomendasi karena memperkuat PSM pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI).

Namun kondisi itu berubah seiring keputusan manajemen PSM yang memilih keluar dari LSI dan bergabung dalam kompetisi Liga Primer Indonesia (LSI) bersama Persema Malang dan Persibo Bojonegoro.

"Keputusan tegas yang diambil PSSI merupakan langkah yang sudah tepat, sebab LPI merupakan kompetisi yang nyata-nyata tidak diakui keberadaanya oleh FIFA sebagai federasi sepakbola dunia," katanya.

Persoalan izin kerja dan tinggal pemain asing PSM memang sempat dipertanyakan Dinas Imigrasi Makassar karena pihak imigrasi menduga surat yang dimiliki para pemain asing PSM hanya surat izin kunjungan.

Menurut Imigrasi pemain sepakbola harus memiliki KITAS dan akan diterbitkan Imigrasi jika ada rekomendasi dari Depnaker

Kuasa Hukum PSM, Syahrir Cakkari menyatakan seluruh pemain sudah bisa bermain karena persoalan keimigrasian sudah selesai.

"Persoalan keimigrasian menyangkut beberapa pemain asing yang kita kontrak sudah beres. Ini juga sebagai bukti bahwa manajemen PSM sangat serius menanggapi permintaan pihak imigrasi," tegasnya.(*)

KR-MH/A020

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011