Kuala Lumpur (ANTARA News) - Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia menyatakan tertarik mengambil rute-rute penerbangan yang ditinggalkan maskapai Mandala Airlines dengan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhannya.

"Kalau ditanya tertarik untuk mengambil rute yang tinggalkan oleh Mandala jawabnya adalah ya," kata Vice Presiden Marketing Garuda Indonesia, Don Jusuf Palito Bustan disela-sela pengoperasian Boeing 737-800NG di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia, Sabtu.

Namun lanjutnya, itu semua harus melalui studi dulu dan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan, apalagi beberapa rute yang diambil Mandala juga diambil Garuda.

"Ya tentu tidak langsung ambil semualah. Jujur saja, kita kan juga masih kekurangan pesawat," paparnya.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi sendiri mengaku tidak mengkhawatirkan terbengkalainya trayek penerbangan Mandala Airlines setelah maskapai ini menutup operasional penerbangannya.

"Pasti ada (maskapai penerbangan lain) yang berminat. Dan saat ini, trayek Mandala juga dilayani Batavia Air dan Lion Air. Saya tidak terlalu khawatir ada penumpang yang keleleran," kata Freddy di Jakarta, Kamis lalu.

Dia menambahkan, jika Mandala tak berhasil menarik investor baru dalam waktu 45 hari, izin operasinya akan dicabut.

Sebelumnya, Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin menegaskan, pihaknya akan mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, agar dapat merestrukturisasi bisnis dan mengembalikan keuntungan perusahaan.

Ia mengatakan, sebagai bagian dari restrukturisasi, maka mulai 13 Januari 2011 Mandala akan menghentikan sementara semua penerbangan Mandala. Diono tidak menjelaskan sampai kapan Mandala berhenti beroperasi.

"Jika permohonan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) ini disetujui, Pengadilan Niaga akan memberikan waktu 45 hari bagi Mandala untuk menyerahkan rencana bisnis merestrukturisasi perusahaan," ujar Diono.(*)

N004/S025/AR09

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011