Tokyo (ANTARA News/AFP) - Peneliti Jepang telah menciptakan campuran logam bersifat sama dengan palladium, logam berharga biasa digunakan pada banyak produk teknologi tinggi, menurut laporan berita pada Kamis, yang menyebutnya terobosan "alkimia masa kini".

Seorang profesor Universitas Kyoto, Hiroshi Kitagawa, beserta tim peneliti lainnya mengatakan mereka menggunakan teknologi nano untuk mencampur logam rhodium dan perak, elemen yang umumnya tidak dicampur, guna menciptakan logam gabungan baru, menurut laporan koran Yomiuri.

Logam campuran tersebut memiliki sifat seperti palladium, yang biasa digunakan sebagai konverter katalis pengurang emisi dalam mobil, komputer, telepon selular, televisi layar datar dan peralatan dokter gigi.

Diantara klasifikasi logam putih, seperti perak dan platinum, palladium terhitung mahal, dengan deposit tambang terbatas pada Afrika Selatan dan Rusia.

Palladium juga diaplikasikan untuk memproduksi bahan bakar sel -- sumber energi bersih dan terbarukan yang memproduksi listrik dengan mengkombinasikan hidrogen dan oksigen, dan hanya menghasilkan air sebagai pembuangan.

Untuk menciptakan logam baru, tim peneliti dari Kyoto itu menggunakan teknologi nano dengan mencairkan rhodium dan perak kemudian secara perlahan mencampur keduanya dalam alkohol panas, dengan kedua logam tercampur secara stabil dalam tingkat atom, kata laporan tersebut.

Kementerian perindustrian Jepang telah mendaftar 31 logam langka, diantaranya palladium dan lithium, yang digunakan dalam produk industri, seperti peralatan elektronik dan baterei.

Dari logam langka tersebut, 17 termasuk dalam klasifikasi mineral langka bumi.

Jepang, negara bersumber daya alam rendah, sedang mencoba mengubah ketergantungan dengan China, yang menguasai sebagian besar produksi mineral langka bumi untuk pasar global.

Kitagawa menyatakan harapan untuk membuat lebih banyak logam campuran dengan menggunakan teknologi nano, tanpa menjelaskan logam yang mana, kata Yomiuri.

Nanoteknologi mencakup pengembangan teknologi dalam skala nanometer, biasanya 0,1 hingga 100 nm (satu nanometer sama dengan seperseribu mikrometer atau sepersejuta milimeter). Istilah tersebut terkadang diterapkan pada teknologi berukuran sangat kecil.(*)
(Uu.KR-IFB/H-AK/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010