Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil listrik Rivian akhirnya memutuskan untuk memproduksi R1T yang sebelumnya disebut mengalami hambatan untuk masuk dapur produksi.

"Kendaraan pelanggan pertama melaju dari jalur produksi kami (di Illinois) dan kami tidak sabar untuk menyerahkan kendaraan ini ke konsumen kami," ungkap CEO Rivian, RJ Scaringe dalam cuitan di akun Twitter, Rabu.

Sebelumnya, Rivian berencana memproduksi mobil pada 2020 setelah debut di Los Angeles Auto Show 2018. Namun rencana itu berantakan setelah pandem COVID-19 menyebar, sehingga Rivian terpaksa menunda rencana produksi itu.

R1Ts pertama kali dibanderol seharga 73.000 dolar AS. Truk ini dilengkapi dengan velg 20 atau 22 inci serta penutup tonneau bertenaga dan kompresor udara. Fitur lain yang didapatkan konsumen adalah setir berlapis kulit serta jok berlapis julit dengan pemanas, sistem audio Meridian, dan sistem infotainment 16 inci.

Varian Adventure dan Explore dijadwalkan akan hadir pada awal tahun depan, dengan harga sekitar 67.500 dolar AS. Baterai Max yang dihargai 10.000 dolar AS juga dijadwalkan akan tiba pada tahun 2022 dan diproyeksikan akan meningkatkan jangkauan truk dari 314 mil (505 km) menjadi 400+ mil (644+ km).

Baca juga: Rivian konfirmasi pembangunan pabrik kedua di AS

Baca juga: Rivian tunda pengiriman pickup listrik pertama hingga September

Baca juga: Rivian mulai penjualan di Eropa pada 2022


 

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021