Jakarta (ANTARA) - Perusahaan rintisan robotika Amerika Serikat Boston Dynamics menyatakan akan memperluas kemitraannya dengan produsen mobil Korea Selatan Hyundai Motor Group.

Dikutip Yonhap, Sabtu, perluasan kemitraan tersebut untuk mengintegrasikan teknologi robotika dalam solusi mobilitas masa depan dan memperluas aplikasi mereka di sektor industri lainnya.

Boston Dynamics mendemonstrasikan teknologi robotika terbarunya selama acara media online setelah grup otomotif tersebut pada Juni menyelesaikan pembelian 80 persen sahamnya senilai 880 juta dollar AS dari konglomerat Jepang Softbank.

Baca juga: Hyundai ambil alih perusahaan robot AS dari SoftBank

Baca juga: Hyundai beli perusahaan robotika senilai 880 juta dollar AS

Boston Dynamics, yang dipisahkan dari Massachusetts Institute of Technology pada awal 1990-an, dijual ke Google pada 2013 dan dijual lagi ke Softbank pada 2017.

Perusahaan robotika yang berbasis di Boston itu mengatakan telah bekerja sama dengan Hyundai Motor untuk mengeksplorasi cara menggunakan pabrik dan logistik robot pintarnya dan mengembangkan produk baru, memanfaatkan otonomi, sensor, dan keahlian lainnya.

Dalam sebuah video demonstrasi, sepasang robot humanoid bipedal yang disebut Atlas berlari dengan mulus, melompat, dan melakukan lompatan mundur, yang dimodelkan dan dirancang pada komputer.

Anjing robot berkaki empatnya, yang disebut Spot, dilengkapi dengan kamera dan sensor lainnya, dirancang untuk bekerja di berbagai lingkungan, meliputi utilitas, manufaktur, konstruksi, dan rig minyak lepas pantai, kata Boston Dynamic.

Perusahaan robotika itu mengatakan lengan robotnya yang besar, yang disebut Stretch, yang mampu memindahkan kotak dan membangun palet, saat ini dalam tahap percontohan awal dan diharapkan akan dikomersialkan pada akhir 2022.

Hyundai Motor, produsen mobil terbesar kelima di dunia, sebelumnya mengatakan investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan rencananya untuk mengembangkan teknologi listrik, otonom, dan robotika canggih untuk menjadi penyedia solusi mobilitas masa depan.

Ini adalah kesepakatan M&A pertama setelah Ketua Hyundai Motor Group Chung Euisun mengambil alih grup otomotif Korea tahun lalu dengan janji untuk mengubah perusahaan menjadi penyedia mobilitas masa depan.

Pada akhir 2019, Chung mengatakan setengah dari bisnis grup akan terkait dengan manufaktur mobil, diikuti oleh mobilitas udara perkotaan sebesar 30 persen dan robotika dengan 20 persen.

Baca juga: Komposisi pemesanan Hyundai Staria didominasi varian "7-seater"

Baca juga: Hyundai & raksasa industri Korsel sepakat kembangkan energi hidrogen

Baca juga: Regulator Korsel umumkan penarikan 500 mobil dari tiga pabrikan
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021