Makassar (ANTARA News) - Satu mobil Honda Jazz berwarna silver terbakar setelah tertimpa pohon besar di Jalan Gunung Merapi yang mengarah ke Jalan Sungai Saddang Makassar, Jumat petang.

Mobil yang dikendarai Wandi (50) itu tertimpa pohon besar saat hujan lebat yang disertai angin kencang. Beruntung, pemilik mobil tidak terluka dalam insiden itu karena masih sempat melarikan diri saat api mulai terlihat di bagian dalam kendaraan.

Beberapa warga maupun pengendara yang melihat kejadian itu berusaha mendekati mobil untuk menyelamatkan pemilik. Namun, pemilik sudah terlebih dahulu meninggalkan kendaraannya. Beberapa warga juga terlihat menyiram kendaraan dengan air mengantisipasi terjadinya kerusakan yang lebih besar lagi.

"Awalnya mobil berjalan dengan lambat karena karena lebar jalanan yang tidak tidak memungkinkan pengemudi melajukan kendaraan, sehingga pohon besar yang terkena tiupan angin langsung menerpa mobil silver itu," kata Fadly, salah seorang pengendara yang melintas dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolsekta Ujung Pandang AKP Aisyah Saleh yang dikonfirmasi mengatakan jika kejadian yang dialami itu akibat dari cuaca buruk yang kemudian menumbangkan pohon besar di pinggir Jalan Gunung Merapi.

"Cuaca yang tidak menentu yang kadang cerah, kadang hujan deras disertai angin kencang ini perlu diwaspadai oleh pengendara, baik roda dua maupun roda tiga. Karena di beberapa jalan protokol banyak pohon besar," katanya.

Berdasarkan pantauan, akibat tumbangnya pohon besar itu, sejumlah kabel listrik yang terkena pohon langsung berserakan di pinggir jalan. sejumlah warga juga takut untuk mendekat karena hujan masih mengguyur yang dikhawatirkan akan ada korban yang tersengat listrik.

Petugas kepolisian dari Polsekta Ujung Pandang kemudian mensterilkan lokasi kejadian dengan menutup jalan sambil mengalihkan kendaraan keluar ke Jalan Jenderal Sudirman serta Gunung Nona.

Pegawai PLN yang mendapat kabar langsung menuju lokasi kejadian dan menarik kabel yang sebelumnya berserakan di pinggir jalan.(*)

(T.KR-MH/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010