Jakarta (ANTARA News) - Mentari sudah hampir di tengah kepala, ketika 12 mobil sport (SUV) medium meluncur dari halaman bandar udara Ngurah Rai menuju Ubud.

Hari itu (13/10) agen tunggal pemegang merek (ATPM) PT Toyota Astra Motor (TAM) mengajak 36 jurnalis melakukan test drive New Rush yang diluncurkan pada 6 Oktober lalu.

New Rush mengalami perubahan kecil ("minor change") baik dari sisi interior maupun eksterior dari versi sebelumnya.

"Kami ingin mempertegas kesan gagah, dengan tampilan eksterior dan interior yang lebih mewah," ujar Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, di sela-sela test drive di Bali, pekan lalu.

Oleh karena itu, New Rush, kata dia, mengalami perubahan antara lain pada grill radiator, bumper depan, desain lampu depan dan lampu kabut, serta velg yang lebih memberi kesan gaya. Selain itu New Rush dilengkapi sensor untuk mendeteksi jarak aman saat parkir.

Sedangkan perubahan pada interior, antara lain tambahan lingkaran metal penunjuk kecepatan ("combination meter"), kontrol audio player pada kemudi, dan warna baru pada kabin.

"Interior didesain agar siapapun betah berada dalam Toyota New Rush," ujar Joko.

Menjajal Mobil
Para jurnalis yang ikut test drive dibagi dalam 12 tim, yang masing-masing beranggota tiga orang untuk menjajal New Rush dari berbagai warna dan tipe transmisi baik matik maupun manual, serta seri G maupun S.

Ajang itu dimulai dari pelataran parkir bandar udara (bandara) Ngurah Rai. Dari bandara internasional itu, New Rush dipacu menuju Ubud dengan kawalan polisi untuk membelah kemacetan.

Petualangan baru terasa ketika mobil anyar tersebut dipacu dari Ubud menuju desa Pengotan, Kabupaten Bangli, yang terletak di lembah Gunung Batur.

Dari jalan raya dengan aspal yang bagus, mobil dipacu melewati jalan tanah berbatu, menuju desa yang masih asri dengan ilalang dan pohon yang tinggi.

Pembenahan pada suspensi membuat jalan berbatu tetap terasa nyaman bagi siapapun yang berada di dalam mobil.

Sedangkan teknologi Electronic Power Steering (EPS) yang dibenamkan pada mobil baru tersebut membuat pengemudi lebih ringan mengendalikan mobil. Bahkan di medan yang berat sekalipun.

Diakui Joko, teknologi EPS tidak hanya meringankan kerja pengemudi, tapi juga membuat konsumsi bensin lebih irit, sekitar enam persen, dibandingkan Rush edisi sebelumnya.

Gaya Urban
Sejak awal kemunculannya tahun 2007, Rush membidik pasar masyarakat urban, yang ingin tampil beda, dengan kebebasan berekspresi, dan suka bertualang.

Para jurnalis pun diajak pada suasana petualangan di alam terbuka di Baliwoso, yang terletak di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli.

Petualangan di alam terbuka dimulai dari mengarungi sungai berjeram kecil, menikmati minuman herbal, bilasan di alam terbuka, kemudian bermalam di tenda.

Keesokan harinya, petualangan dilanjutkan dengan menjajal New Rush di jalan sempit yang mendaki dan menurun, menuju dataran tinggi untuk melihat Danau Batur.

Tidak berhenti di situ, para jurnalis juga diajak mengalami petualangan air di Pulau Penyu, Tanjung Benoa, mulai dari banana boat, flying fish, jetski, dan cano.

"Kami ingin memperlihatkan kehidupan dan gaya, pasar yang dibidik Toyota Rush," ujar GM Marketing TAM Widyawati Soedigdo.

Ia mengatakan, kalangan masyarakat urban berusia 30-39 tahun membutuhkan kendaraan yang mampu mempresentasikan diri mereka yang bebas dan ingin tampil beda.

"Mereka membutuhkan SUV yang gaya dan gagah, tapi juga value for money untuk biaya sehari-hari dan perawatan mobil," katanya menjelaskan segmen pasar yang dibidiknya.

Sejak diluncurkan pertama kali sampai sekarang penguasaan pasar Rush di segmen SUV medium naik dari 37,4 persen (2007) menjadi 52 persen sampai Agustus 2010, dengan rata-rata penjualan 1.500 unit per bulan.

"Kami berharap kemunculan New Rush mampu mempertahankan kepemimpinan pasar mobil itu di segmen SUV medium," kata Widyawati.
(R016/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010