Indramayu (ANTARA News) - Menjelang siang hari sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB ribuan kendaraan bermotor atau roda dua kembali menyergap memadati jalur Pantura Indramayu.

Pantauan ANTARA dari Arjawinangun Kabupaten Cirebon hingga Kertasemaya Kabupaten Indramayu, sekitar seribu kendaraan roda dua melintas di kawasan tersebut sejak pukul 11.00 WIB.

Bahkan pihak kepolisian dari Polres Cirebon yang mengatur kelancaran arus mudik, memprioritaskan kendaraan roda dua agar tidak berada di luar jalur, guna mencegah terjadinya kemacetan.

Meski Pasar Sandang Tegalgubug di kawasan Arjawinangun belum beroperasi kembali, kemacetan tetap saja terjadi di ruas Tegal Gubug hingga perbatasan Indramayu di Cadangpinggan.

"Kita urai kendaraan roda dua agar lebih dulu diutamakan melintas, karena jika mereka menyalip dari kiri jalan atau kanan jalan akan berdampak kemacetan panjang," ujar Petugas Polantas Briptu Epul saat ditemui di Arjawinangun Cirebon.

Volume kendaraan arus balik hingga Senin siang beradasarkan data Dishub Kabupaten Cirebon menunjukan, sekitar 2.346 kendaraan roda dua yang melintas dari arah timur, sedangkan kendaraan roda empat yakni sekitar 4.387 kendaraan sejak dini hari tadi.

Kebanyakan para pemudik yang mengambil waktu untuk pulang ke Jakarta atau kota-kota di sekitarnya seperti Bekasi, Tanggerang dan Bogor, karena masa cuti baru berakhir hari ini, dan Rabu besok sejumlah pabrik di Jabodetabek mulai beroperasi kembali.

Seperti dituturkan oleh Yusuf, pemudik asal Kota Tegal yang hendak menuju ke Cikampek mengatakan, pulang hari ini karena ingin ada kesan dalam perjalanan mudik dan balik lebaran kali ini.

"Saya sengaja pulang hari ini saat puncak arus balik, waktu pulang mudik juga sama saat puncak arus mudik, sehingga lebih ada kesannya, untuk perjalanan dari Tegal ke Arjawinangun sendiri tidak mengalami kendala kemacetan di pagi hari, namun saat memasuki Arjawinangun kendaraan tersendat," ujarnya kepada wartawan.

Kemacetan panjang yang terjadi selepas Pasar Tegal gubug sendiri, hingga kini mencapai 8 km lebih, hal ini diakibatkan oleh adanya penyempitan sejumlah ruas di jalur tersebut serta angkutan umum yang menaik turunkan penumpang seenaknya.
(ANT/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010