Bandarlampung (ANTARA News) - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyelidiki dugaan perdagangan ilegal senjata api dan bahan peledak oleh pelaku teroris di daerah itu.

Kapolda Lampung, Brigjen Sulistyo Ishak di Bandarlampung Rabu menyatakan, polisi masih mendalami asal pasokan senjata api dan bahan peledak yang diperdagangkan di daerah itu, berdasarkan pengakuan salah satu pelaku perampokan CIMB Niaga di Medan kepada polisi.

"Kami belum bisa memastikan apakah pemasok persenjataan tersebut berada di Lampung, atau wilayah kita hanya menjadi daerah perlintasan," kata dia.

Ishak melanjutkan, dia telah membentuk tim untuk meneruskan kebenaran pengakuan tersebut untuk mendapatkan fakta kongkret tentang ada tidaknya perdagangan senjata api dan bahan peledak ilegal di daerah itu.

Selain itu, Polda Lampung juga telah menurunkan 195 personel untuk membantu seluruh Polsek dan Polres di daerah itu dalam upaya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi keamanan.

Mereka akan membantu dalam upaya peningkatan kewaspadaan di sejumlah titik yang dianggap rawan dan memerlukan pengamanan berlebih.

Para personel yang diturunkan dalam status bawah kendali operasi itu ditugaskan untuk membantu pengamanan yang dilakukan oleh 10 mapolres dan ratusan mapolsek di Lampung.

"Hal itu kami lakukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, dalam penggerebekan teroris di Sumatera Utara dan Lampung, Densus 88 meringkus 18 orang, tiga di antaranya ditembak mati, sedangkan 15 lainnya buron. Dari 15 tersangka yang ditangkap, empat di antaranya warga Lampung, yakni Heri Kuswanto (25), Hendri Susanto (29), dan Wahono alias Bawor (30).

Ketiganya merupakan warga Jalan Imam Bonjol, Bandar Lampung, sedangkan tersangka terakhir berinisial BK alias A alias AS alias I (35), warga Kotabaru, Bandar Lampung.

Para tersangka teroris itu pada 18 Agustus lalu merampok Bank CIMB Niaga, Medan, dan menggasak uang sebesar Rp400 juta.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan uang hasil rampokan tersebut akan dipakai untuk membeli senjata dan granat di Lampung yang kemudian akan dibawa ke Sumatera Utara untuk mendukung kegiatan terorisme.

Meskipun sudah meringkus 18 teroris Medan, Densus 88 masih memburu 13 tersangka lainnya yang masih berkeliaran dan belum tertangkap, di Sumatera Utara.

(ANT-046/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010