Semarang (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, Jawa Tengah, mulai menemukan titik terang dalam mengukap pelaku perampokan bersenjata api di Jalan Majapahit dan Jalan Kumudasmoro Semarang beberapa waktu lalu.

"Titik terang yang mengarah pada tersangka dua perampokan tersebut diperoleh dari keterangan beberapa saksi yang ada saat kejadian dan telah menjalani pemeriksaan penyidik," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Asep Jenal, di Semarang, Rabu.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara dua perampokan yang menyebabkan korban masing-masing menderita kerugian mencapai ratusan juta rupiah itu terdapat kemiripan modus dan pola waktu perampokan.

Kemiripan yang ditemukan polisi adalah perampokan selalu dilakukan para pelaku pada saat turun hujan deras di Kota Semarang, lokasi perampokan jauh dari keramaian warga serta berada di luar target pengamanan kepolisian selama dilaksanakannya Operasi Ketupat Candi 2010.

Ia mengatakan, lokasi-lokasi yang menjadi target pengamanan kepolisian selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2010 adalah toko emas, perbankan, pusat perbelanjaan ,dan pusat keramaian warga.

Terkait adanya kemiripan modus dan pola waktu pada dua perampokan tersebut polisi saat ini masih mendalaminya dan belum dapat menyimpulkan apakah pelaku perampokan merupakan orang yang sama.

"Kami belum dapat menyimpulkan apakah pelaku dua perampokan itu merupakan orang yang sama atau bukan karena semuanya termasuk jenis senjata api yang digunakan masih dalam penyelidikan intensif agar cepat terungkap," ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, para pelaku perampokan dapat dipastikan telah mempelajari secara matang dan terencana tempat yang dijadikan sasaran sebelum melakukan aksinya.

"Pelaku sudah mengetahui kalau pada tempat yang dijadikan sasaran perampokan terdapat benda-benda berharga seperti uang dan perhiasan emas dalam jumlah cukup banyak," kata Asep Jenal.

Sebelumnya, pada Senin (6/9) kira-kira pukul 11.30 WIB telah terjadi perampokan bersenjata api di sebuah toko kelontong "Jaya" milik The Sioe Hwee (76) yang terletak di Jalan Majapahit Nomor 472 Semarang Timur.

Akibat perampokan tersebut, pemilik toko kelontong menderita kerugian sebesar Rp180 juta dan mengalami trauma.

Perampokan bersenjata api juga terjadi di rumah Suyono (70), warga Jalan Kumudasmoro Tengah III Nomor 3 Kelurahan Bongsari, Semarang Barat, Jumat (17/9) pukul 14.45 WIB.

Dalam dua perampokan bersenjata api tersebut, pelaku yang terdiri dari empat laki-laki berbadan tegap yang memakai penutup wajah dan mengendarai sepeda motor sempat menyekap korban yang dirampok dalam sebuah ruangan.

(KR-WSN/B013/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010