Pekanbaru (ANTARA News) - Lima orang dilaporkan terluka dalam peristiwa terbakarnya kapal cepat (speed boat) milik perusahaan kayu, PT Arara Abadi, di perairan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin sekira pukul 14.30 WIB.

Informasi yang dihimpun dari Pekanbaru, Selasa, menyebutkan, empat dari kelima orang itu adalah penumpang, sedangkan seorang lagi pengemudi kapal perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) penghasil bahan baku industri pulp dan kertas grup Sinarmas.

Mereka adalah Muhammad Yunus (53) karyawan PT Arara Abadi, kemudian Hermansyah (27) petugas satuan pengamanan perusahaan, lalu Yurnita (24) berprofesi sebagai guru dan Merri Indrayani (21) mahasiswi serta Abdul Malik (51) pengemudi kapal.

Dugaan sementara, terbakarnya speed boat tersebut itu karena terjadinya hubungan arus singkat (korslet) yang menimbulkan api dan kemudian menyambar jerigen yang berisi bahan bakar kapal yang diletakkan di dekat mesin.

Kapolres Pelalawan, AKBP Arie Rachman Nafarin, yang dihubungi menyatakan, akibatnya peristiwa tersebut speed boat yang terbuat dari bahan fiber dalam kondisi yang hangus terbakar.

Para penumpang serta pengemudi kapal berhasil selamat setelah memakai pelampung dan melompat ke air sesaat sebelum kemudian kapal itu meledak dan terbakar.

Hingga kini pihak kepolisian setempat masih terus melakukan penyelidikan terhadap sebab-musabab terjadinya peristiwa itu.

"Kapten kapal sudah kita mintai keterangan dan satu orang saksi di Polsek Persiapan teluk Meranti," ujar kapolres.

Pihak PT Arara Abadi sendiri belum mengeluarkan peryataan resmi terkait peristiwa yang terjadi di sekitar perairan yang termasuk dalam wilayah kawasan lahan gambut Semenanjung Kampar itu.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010