Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus membenahi motor listrik ini hingga mencapai kesempurnaan.

"Kami memiliki rencana untuk menguji motor ini hingga ke Mandalika, kalau di Sentul kan kami sudah yah sampai dua kali. Pas yang kedua kali itu, kami sudah puas dengan hasilnya. Nah, kami ingin lebih jauh lagi menguji motor listrik ini sampai ke Mandalika," ungkap Kasihi Hanggoro di Jakarta, Senin (10/05).

Dalam perjalanannya, mereka akan mempersiapkan beberapa baterai untuk digunakan sekaligus menguji ketahanan baterai itu sendiri yang diklaim mampu mencapai 100 km untuk sekali pengisian penuh.

"Kami juga akan bawa tiga baterai yang kita gunakan nanti, jadi nanti kita tinggal ganti-ganti aja. Kita juga sekaligus menguji baterai itu yang mampu hingga 100 km," kata dia.

Dia juga menyakini bahwa perjalan dengan jarak yang jauh akan memberikan pelajaran yang baru bagi tim UBL untuk semakin menyempurnakan motor listrik karya anak bangsa ini.

"Dalam perjalanan nanti kita pasti banyak menemukan masalah, dan masalah itu akan menjadi pelajaran yang penting untuk pengembangan ke depannya," katanya.

Sebagaimana diketahui bersama, BL-SEV01 menggunakan motor listrik BLDC 96 Volt bertenaga 16 kW, didukung baterai 48Ah dan controller 96 Volt 200 Ampere. Baterai bisa kembali terisi penuh setelah melakukan pengisian daya selama 4 jam.


Baca juga: Korlantas terima hibah 10 motor listrik BS Electric dari IMI

Baca juga: Rakata rilis dua sepeda motor listrik, harga mulai Rp15,6 juta

Baca juga: Ridwan Kamil intip produksi motor Gesits

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021