Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban para korban banjir di Pakistan.

"Pemerintah akan mengirimkan tim bantuan kemanusiaan terkait bencana banjir Pakistan," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif melalui Deputi II bidang Penanganan Darurat, BNPB, Soetrisno di Jakarta, Selasa.

Soetrisno menyebutkan pihaknya bekerjasama dengan kementerian teknis lainnya akan memberangkatkan 20 personil tim kesehatan dan beberapa bantuan logistik.

"Logistik tersebut antara lain 4.000 lembar selimut, 500 paket makanan dalam kemasan, tiga ton obat-obatan dan lima ton makanan pengganti air susu ibu," katanya.

Pemerintah juga memberangkatkan empat orang tim advance atau tim pendahulu yang akan memantau kondisi di lokasi banjir.

"Tim pendahulu akan melaporkan seberapa parah kondisi di lokasi bencana sehingga kami dapat memperkirakan bantuan apa lagi yang bisa dikirimkan kesana," katanya.

Dia menambahkan, bantuan tersebut merupakan bukti kepedulian bangsa Indonesia terhadap negara lain yang tengah tertimpa musibah.

"Selama ini jika negara kita terkena bencana bangsa lain juga kerap membantu meringankan beban kita," katanya.

Sementara itu, Banjir terburuk yang pernah terjadi di Pakistan barat laut sejauh ini telah menimpa lebih dari tiga juta orang, dan korban yang tewas meningkat menjadi 1.400, kata seorang juru bicara Dana Anak-Anak PBB, Selasa.

Badan Pengelola Bencana Nasional Pakistan mengatakan, lebih dari 29.500 rumah rusak dan jalan raya perdagangan penting ke China terputus oleh banjir.

Daerah hilir, banjir sudah melanda daerah-daerah provinsi Punjab dan para petugas badan urusan darurat yang dibantu tentara dengan menggunakan pesawat menyelamatkan ratusan orang dari desa-desa yang terendam , Ahad di daerah Tansa, sebuah kota d sungai Indus sekitar 384 barat daya Islamabad.

Para pejabat mengatakan gelobang banjir besar akan memasuki provinsi Sindh selatan antara Selasa dan Kamis dan dapat menimbulkan kerusakan luas bagi properti dan tanah pertanian di sekitar tepi sungai dan daerah yang rendah.
(W004/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010