Jakarta (ANTARA) - Startup sensor self-driving Aeva Inc, yang didirikan oleh dua alumni Apple Inc, telah resmi mempekerjakan mantan eksekutif Apple, Tim Willis yang akan bertugas mengawasi operasi manufaktur dan rantai pasokan menjelang kesepakatan yang diharapkan pada akhir bulan ini.

Aeva, yang didirikan oleh mantan insinyur Apple, Soroush Salehian dan Mina Rezk, membuat sensor lidar yang dapat membantu mobil mendapatkan pandangan tiga dimensi dari jalan raya dan mendeteksi seberapa cepat benda bergerak di kejauhan.

Willis baru-baru ini sedang mengawasi operasi manufaktur dan rantai pasokan di Waymo, unit penggerak otonom Alphabet Inc. Willis juga bekerja di Apple dan Motorola setelah memulai karirnya di Ford Motor Co.

Baca juga: Sejumlah mantan insinyur Apple kembangkan sensor mobil swakemudi

Baca juga: 86 persen iPhone telah adopsi iOS 14


Willis mengatakan bagian dari tugasnya adalah mengembangkan hubungan pemasok jauh sebelum Aeva meluncurkan produksinya, memanfaatkan pengalamannya di Apple dalam mengamankan peralatan pabrik.

Aeva memiliki kesepakatan untuk mengembangkan sensor lidar dengan pemasok otomotif tingkat satu, yakni Denso Corp dan ZF Friedrichshafen AG.

Tim Willis mengatakan bahwa saya telah mengamankan peralatan itu bertahun-tahun jauh sebelum orang-orang ramai, dan ketika orang lain mencoba meniru desain Apple, mereka tidak dapat melakukannya.

"Di sini sama saja. Kami harus melihat ke depan selama 24 hingga 36 bulan dan memastikan pemasok kami dapat mendukung kami," ungkap Tim Willis dikutip dari Reuters, Rabu.

Dalam hal ini, Aeva sedang dalam proses untuk diperdagangkan secara publik melalui penggabungan dengan perusahaan InterPrivate Acquisition Corp dalam kesepakatan yang telah mengumpulkan dana hingga 563 juta dolar AS dan kesepakatan itu diharapkan selesai akhir bulan ini.

Aeva berencana menggunakan hasil tersebut untuk mengembangkan sensornya untuk produk konsumen yang belum ditentukan.

"Saya melihat ini sebagai produk yang tidak hanya 100 persen otomotif - ini adalah perusahaan yang dapat menjual ke banyak pasar yang berbeda," kata Willis tentang keputusannya untuk bergabung.

Baca juga: Fisker gandeng pemasok Apple untuk produksi mobil listrik

Baca juga: Pengguna Apple belanja lebih banyak aplikasi non-game

Baca juga: Peretas menyelinap ke 30.000 perangkat Mac

Pewarta: KR-CHA
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021