Jakarta (ANTARA) - General Motors memperpanjang pemangkasan produksi di tiga pabriknya di Amerika Utara hingga setidaknya pertengahan Maret menyusul kelangkaan chip semukonduktor yang dirasakan produsen mobil di seluruh dunia. 

Saingan dekat GM di AS, Ford Motor Co, juga mengatakan pada hari Selasa (9/2)bahwa dalam kasus terbatas, memarkirkan kendaraan yang dirakit karena kekurangan chip.

GM, yang sahamnya turun 1,1 persen setelah pengumuman tersebut, tidak mengungkapkan dampaknya pada volume atau pemasok dan suku cadang mana yang terpengaruh kekurangan chip, menurut laporan Reuters, dikutip Rabu.

Tetapi mereka mengatakan akan fokus untuk menjaga produksi tetap berjalan di pabrik yang membangun kendaraan dengan keuntungan tertinggi: truk pickup ukuran penuh dan SUV.

GM mengatakan pihaknya bermaksud untuk mengganti produksi yang hilang sebanyak mungkin setelah kekurangan chip berkurang.

“Pasokan semikonduktor tetap menjadi masalah yang dihadapi seluruh industri,” kata juru bicara GM David Barnas.

Baca juga: GM perbarui logo perusahaan setelah 60 tahun eksis

Baca juga: GM investasi dana Rp1,1 triliun di Kanada untuk bangun van listrik


"Rencana GM adalah memanfaatkan setiap semikonduktor yang tersedia untuk membangun dan mengirimkan produk kami yang paling populer dan dalam permintaan."

GM mengatakan sedang memperpanjang waktu penghentian operasi di pabrik AS di Fairfax, Kansas; pabriknya di Kanada di Ingersoll, Ontario; dan fasilitas Meksiko di San Luis Potosi hingga pertengahan Maret ketika akan menilai kembali situasinya.

Selain itu, GM mengatakan akan memproduksi tetapi dalam kondisi tidak lengkap (belum dilengkapi chip) untuk kendaraan perakitan akhir di Wentzville, Missouri, dan pabrik Meksiko di Ramos Arizpe.

Kendaraan GM yang terkena dampak dari pabrik idle termasuk sedan Chevrolet Malibu, SUV Cadillac XT4, Chevy Equinox, dan SUV GMC Terrain. Kendaraan yang tidak lengkap untuk saat ini termasuk Chevy Colorado, pickup GMC Canyon dan SUV Chevy Blazer.

Minggu ini, GM mengatakan akan menghentikan tiga pabrik yang sekarang telah memperpanjang waktu henti dan mengatakan akan mengurangi separuh produksi di sebuah pabrik di Korea Selatan.

Chief product platform officer Ford, Hau Thai-Tang, pada sebuah konferensi pada hari Selasa mengangkat kemungkinan bahwa Ford mungkin harus memarkir kendaraan yang belum dilengkapi chip.

Kelli Felker, juru bicara Ford, kemudian mengatakan perusahaan melakukan itu "dalam kasus tertentu," tetapi tidak mengatakan kendaraan apa yang terpengaruh.

Kekurangan chip terjadi karena turunnya pasokan chip sementara kebutuhan untuk produk elektronik konsumen juga besar.

Konsumen telah membeli laptop, konsol game, dan produk elektronik lainnya selama pandemi, yang menyebabkan persediaan chip terbatas. Mereka juga telah membeli lebih banyak mobil daripada yang diperkirakan pejabat industri musim semi lalu, yang semakin menekan pasokan.

Kekurangan chip telah mempengaruhi banyak produsen mobil, termasuk Toyota, Volkswagen, Stellantis, Renault, Subaru, Nissan, Honda dan Mazda.

Baca juga: GM tingkatkan produksi transmisi matic 10-percepatan

Baca juga: GM bermitra dengan Navistar pasok sel bahan bakar truk

Baca juga: Cruise - GM gandeng Microsoft percepat komersialisasi mobil masa depan

Pewarta: S026
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021