Jakarta (ANTARA) - Meski pasar otomotif sudah menunjukkan sedikit pemulihan mulai kuartal ketiga 2020, produsen mobil menghadapi tantangan baru sebagai dampak pandemi COVID-19 yakni kelangkaan pasokan semikonduktor.

Sebagai akibat dari pandemi dan penurunan penjualan di industri otomotif, pabrikan semikonduktor telah mengalihkan kapasitas produksi mereka ke sektor lain, seperti elektronik konsumen.

Baca juga: China berencana kembangkan semikonduktor sendiri

Baca juga: Saham Tokyo dibuka sedikit lebih tinggi didukung saham semikonduktor

Sekarang pabrikan otomotif dunia menghadapi kekurangan komponen elektronik yang dibutuhkan itu, termasuk di antaranya Volkswagen.

Untuk alasan ini, Grup Volkswagen akan menyesuaikan produksi di berbagai lokasi di China, Amerika Utara, dan Eropa. Produksi mobil penumpang Volkswagen, SKODA, SEAT, dan Audi bakal terpengaruh.

Penanggulangan dan alternatif terus ditinjau dengan tujuan untuk membatasi efek kemacetan pasokan dan jumlah kendaraan yang terkena dampak.

"Sampai saat ini, kami telah melewati krisis dengan baik berkat pengadaan dan manajemen produksi yang luar biasa. Namun, kami sekarang merasakan efek dari kemacetan semikonduktor global," kata Murat Aksel, dewan manajemen Grup Volkswagen untuk pengadaan, dikutip Senin.

"Kami melakukan segala daya kami untuk meminimalkan produksi yang hilang dan untuk memastikan bahwa pengiriman normal ke pelanggan dapat dilanjutkan secepat mungkin," tambahnya.

Baca juga: Hyundai gelontorkan investasi Rp785 triliun genjot pasar EV

Pewarta: S026
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020