London (ANTARA News) - Rombongan seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung yang dipimpin musisi kawakan Dwiki Dharmawan kembali tampil menawan, di kota Napoli, setelah sebelumnya tampil memukau dihadapan kalangan diplomatik, akademik dan publik di Roma .

Sejumlah komposisi klasik maupun kontemporer mulai dari tari merak, jaipongan, rampak kendang, sampai dengan perpaduan apik piano jazz dan kecapi mengalir tiada henti mengundang decak kagum penonton yang memadati Konservatorium Musik San Pietro a Majella, ujar Sekretaris III KBRI Roma, Danny Rahdiansyah kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Danny Rahdiansyah mengemukakan Dubes RI untuk Italia, Mohamad Oemar mengatakan penampilkan rombongan STSI Bandung memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi. Oleh karena itu ,KBRI Roma ingin membawakan yang terbaik bagi publik Napoli, ujarnya.

Lebih lanjut Dubes Oemar mengemukakan kunjungan muhibah STSI Bandung ini merupakan bagian dari diplomasi total Indonesia untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia kepada publik Italia secara luas.

Selain meningkatkan minat masyarakat maupun pelajar Italia untuk mau mempelajari kebudayaan Indonesia, termasuk melalui skema beasiswa Darmasiswa sehingga dapat meningkatkan hubungan bilateral dan saling pengertian antara masyarakat kedua negara.

Sementara itu Walikota Napoli, Rosa Iervolino Russo menyambut baik kunjungan muhibah dari STSI Bandung ini yang mencerminkan kedekatan yang semakin erat antara masyarakat Indonesia dan Italia, khususnya di Napoli.

Sebelum pertunjukan dimulai, STSI Bandung memberikan semacam workshop kepada mahasiswa Konservatorium Musik San Pietro a Majella mengenai alat-alat musik yang dibawa beserta sejarah singkat kebudayaan Sunda.

Workshop yang dipandu Dwiki Dharmawan berhasil menarik minat pengunjung untuk mau mencoba alat-alat musik tradisional seperti kecapi, dan kendang .

Direktur Konservatorium Musik San Pietro a Majella, Patricio Marrone, Dubes Oemar menawarkan kerjasama antara Konservatorium San Pietro a Majella dengan STSI Bandung berupa pertukaran pelajar maupun dosen.

Konservatorium Musik San Pietro a Majella merupakan salah satu konservatorium musik tertua di Napoli yang juga menyimpan berbagai koleksi naskah partitur dan alat musik orisinil sejumlah musisi klasik Italia.

Sedangkan Universitas Napoli Orientale adalah satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang memiliki program studi bahasa dan sastra Indonesia, yang peminatnya dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan.

Kunjungan muhibah STSI Bandung merupakan kerja sama antara STSI Bandung, KBRI Roma dan Ditjen Dikti Kemdiknas bekerja sama dengan Universitas La Sapienza di Roma, Universitas Napoli Orientale dan Konservatorium Musik San Pietro a Majella di Napoli serta Yayasan Fondazione Cini di Venezia.

STSI Bandung akan menutup rangkaian tur muhibah di Italia ini dengan workshop di Fondazione Cini pada hari Sabtu dan konser di Teatro Goldoni, Venezia, Minggu, sebelum bertolak kembali ke tanah air.(*)

(U-ZG/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010