Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Indobarometer M Qodari mengatakan Gubernur Provinsi Riau Rusli Zainal berpeluang besar menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) periode 2010-2015 pada Musyawarah Nasional (Munas) IX SOKSI yang akan digelar 20-23 Mei di Bogor, Jawa Barat.

Pertimbangannya adalah Rusli Zainal dianggap berhasil sebagai tuan rumah yang menghantarkan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar pada Munas Partai Golkar di Provinsi Riau, akhir 2009, katanya di Jakarta, Minggu.

"Karena berhasil sebagai tuan rumah pada Munas Partai Golkar tentu ini kelebihan yang dimiliki Rusli Zainal kalau dia maju sebagai Ketua Umum Depinas SOKSI. Artinya ada psikologi politik dari Partai Golkar yang lebih condong untuk memilih Rusli Zainal dibanding calon yang lain," kata Qodari.

Menurut dia, siapa pun yang terpilih dalam Munas SOKSI, figur itu haruslah figur yang mengerti persoalan dan mampu mengembangkan jati diri organisasi terlebih SOKSI adalah salah satu organisasi masyarakat (ormas) pendiri Partai Golkar.

"SOKSI harus dipimpin orang yang memiliki komunikasi yang selaras dengan kepengurusan Partai Golkar saat ini, dan saya melihat Rusli Zainal memiliki hubungan komunikasi yang cukup baik dengan Aburizal Bakrie," ujarnya.

Meski demikian, Qodari juga melihat Ade Komarudin sebagai kader muda yang memiliki talenta. "Ade Komarudin adalah kader muda Partai Golkar yang kiprahnya juga sudah cukup lama di Partai Golkar apalagi saat ini dia memiliki posisi yang cukup penting di DPR. Dan saya melihat baik itu Ade dan Rusli Zainal dua-duanya adalah kader muda terbaik Partai Golkar," katanya.

Sementara itu peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan pemimpin yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang memiliki empati atau perhatian yang besar terhadap rakyat serta memiliki kapabilitas dan integritas yang tinggi.

"Kalau kita mengikuti hasil survei kriteria yang paling diinginkan masyarakat dalah pemimpin yang memiliki perhatian terhadap rakyat yang tidak ditunjukan dengan retorika saja, harus dibuktikan turun ke bawah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kepentingan masyarakat luas bukanhanya sebagai dagangan semata," katanya.

Untuk itu, Burhanudin berharap SOKSI mampu melahirkan kepemimpinan yang merujuk pada hal tersebut. "Apalagi SOKSI adalah salah satu ormas pendiri Partai Golkar," katanya.    

Terkait dengan pertarungan ketua umum yang mengerucut pada dua nama yakni Rusli Zainal dan Ade Komarudin, Burhanudin berharap Munas IX SOKSI tidak menjadi ajang faksionalisasi di dalam tubuh Partai Golkar.

"Ada kesan Ade Komarudin ada faksi Akbar Tandjung dan Rusli Zainal adalah representasi kubu Aburizal Bakrie. Hal ini tidak boleh menjadi pertimbangan bagi peserta Munas IX SOKSI dalam memilih siapa Ketua Umum Depinas SOKSI periode 2010-2015," ujarnya.

Menurut dia, pertarungan hanya boleh dilakukan di tingkat gagasan dan ide. "Pertarungannya  pada hati nurani peserta Munas SOKSI, pertarungan apakah figur Ade atau Rusli yang mampu membawa SOKSI menjadi besar dan mampu mewadahi aspirasi rakyat," katanya.(*)
(Ant/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010