Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara jasa angkutan penumpang dan barang berarmada bus, DAMRI, menyatakan keseriusannya untuk mengelola bus listrik sebagai moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Keseriusan dan kesiapan tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis charger station dari PT Spora Teknika Indonesia kepada Direksi DAMRI pada saat peringatan ulang tahun ke-74 DAMRI yang dilaksanakan di Kantor Pusat DAMRI.

"Dengan charger station, DAMRI mulai melengkapi fasilitas yang dibutuhkan untuk rencana operasional bus listrik," kata Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI, Arifin, melalui keterangannya, Kamis.

Baca juga: Kemenhub dan Damri sediakan angkutan wisata gratis di Banyuwangi

"Di samping itu, fasilitas ini nantinya dapat digunakan masyarakat umum untuk mengisi daya pada kendaraan listrik mereka," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan, melalui penggunaan bus listrik, DAMRI mulai berinovasi untuk penggunaan alat produksi dengan energi lebih ramah lingkungan, resilien, berkelanjutan, inovatif, modern, dan berbasis teknologi mutakhir untuk mendukung konektivitas transportasi darat.

Selain itu, DAMRI juga telah menerima prototipe kendaraan untuk uji coba bus medium bermesin belakang pertama di Indonesia dari PT Asian Auto Internasional (AAI), yang akan dioperasikan untuk mendukung kebutuhan angkutan di Jakarta.

Serah terima dilaksanakan di Kantor Cabang Angkutan Bandara Soekarno-Hatta dalam rangkaian acara perayaan ulang tahun ke-74.

Baca juga: DAMRI lengkapi armada dengan pembersih virus Ion Plasmacluster

Raih Sertifikat ISO 45001:2018

Pertambahan usia DAMRI juga dibarengi dengan fokus pada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dengan perolehan sertifikat ISO 45001:2018 yang telah disertifikasi oleh Badan Sertifikasi TUV Rheinland Indonesia.

ISO 45001:2018 merupakan standar internasional untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang menggantikan standar OHSAS 18001. ISO 45001 didasarkan pada ISO Guide 83 (“Annex SL”) yang dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya karena mempunyai pola struktur standar terkini dan mampu menunjang dalam peningkatan aspek K3 di perusahaan.

Baca juga: Angkutan barang perintis Damri kini hadir layani Natuna

Selain itu, ISO 45001:2018 mensyaratkan integritas penggabungan dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam keseluruhan sistem manajemen organisasi, yang mampu mendorong manajemen pucuk untuk memiliki peran kepemimpinan yang kuat terhadap sistem manajemen K3.

"DAMRI berharap dengan penerapan Sistem Manajemen K3 ini, DAMRI dapat meningkatkan operasional perusahaan, khususnya armada bus DAMRI maupun pelayanan di kantor yang aman dan selamat," kata Arifin.

"Sehingga dapat tercapai produktivitas yang optimal serta dapat membangun budaya K3 di setiap insan DAMRI," pungkasnya.

Baca juga: Jelang libur panjang, DAMRI siapkan ribuan armada "Bus Sehat"

Baca juga: DAMRI tingkatkan layanan digital lewat "Fleet Management System"

Baca juga: DAMRI resmi layani trayek Jakarta Blok M ke Bandung

Pewarta: A087
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2020