Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil listrik Tesla dilaporkan telah menghentikan penjualan Model 3 versi termurah 35.000 dolar—harga yang sulit dipahami sejak diluncurkan.

Meskipun CEO Tesla Elon Musk berjanji bahwa Model 3 versi pertama itu akan menjadi mobil listrik untuk masa depan dengan harga mulai dari 35.000 dolar, tapi perusahaan tampaknya tetap kesulitan untuk memenuhi itu.

Tesla memang memenuhi janjinya dengan memproduksi Model 3 Standard Range berharga 35.000 dolar, tapi tampaknya itu tidak akan dilanjutkan di masa mendatang. Tesla sekarang fokus menjual varian di atasnya, Standard Plus.

Baca juga: Tesla masuk Indonesia, bagaimana performa saham nikel Indonesia?

“Mengingat popularitas Standard Plus dibandingkan dengan Standar, kami telah membuat keputusan untuk menyederhanakan operasi produksi kami untuk lebih mengoptimalkan biaya, meminimalkan kompleksitas, dan merampingkan operasi. Akibatnya, Model 3 Standard sekarang akan menjadi versi terbatas perangkat lunak dari Standard Plus, dan kami menghapusnya dari menu pemesanan online, yang berarti bahwa untuk mendapatkannya, pelanggan perlu menghubungi kami atau mengunjungi salah satu dari beberapa ratus toko Tesla,” kata Tesla sebagaimana dikutip dari Electrek, Rabu.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Electrek bahwa Tesla memberi tahu stafnya bahwa mereka tidak diizinkan untuk "menurunkan" kendaraan Model 3 2021 baru ke "Kisaran Standar" dan menjualnya seharga 35.000 dolar.

Mereka masih diizinkan untuk membatasi fitur perangkat lunak pada kendaraan Model 3 Standard Range Plus 2020 yang masih dalam persediaan dan menjualnya kepada pelanggan sebagai Model 3 Standard Range seharga 35.000 dolar, tetapi bukan Model 3 2021 baru, yang hadir dengan fitur-fitur baru.

Baca juga: Volkswagen ID4 tantang Tesla di pasar China

Baca juga: Tesla perbaiki layar sentuh bermasalah di Model S dan X

Baca juga: Alami gejala COVID-19, Elon Musk lakukan empat kali tes rapid

Pewarta: S026
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020