Denpasar (ANTARA News) - Menteri Perindustrian Mohammad Sulaeman Hidayat menyatakan, ekspor produkindustri kreatif Indonesia kalah bersaing dari negara lain karena produk kreatif yang dihasilkan industri kecil menengah belum bisa memenuhi selera pangsa pasar ekspor.

Untuk dapat menembus pangsa pasar ekspor harus ditingkatkan kualitas dan kreatif dalam menyajian desainnya, ular Menteri Perindustrian Mohammad Sulaeman Hidayat Pada pembukaan Musyawarah Daerah V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali di Sanur, Bali, Senin.

"Jika ini dapat kita penuhi, saya yakin ke depannya produk industri kreatif tersebut dapat bersaing dan menembus pasar ekspor lebih luas," katanya.

Ia mengakui, sejak pemerintah mencanangkan memajukan industri kreatif setahun lalu, memang sudah ada peningkatan, tetapi tidak besar.

Pemerintah menetapkan empat provinsi menjadi pilot projek pengembangan industri kreatif yaitu Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogjakarta dan Bali.

Khusus Bali, MS Hidayat menilai, industri kreatif tumbuh pesat di Bali karena dukungan sektor pariwisata yang telah menjadi ikon bangsa Indonesia.

"Bali memiliki magnet yang luar biasa untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke pulau ini, sehingga apapun yang dipasarkan dari sini pasti akan laku," kata menteri disambut tepuk tangan.

Dia juga menyinggung kemampuan sektor industri kecil dan menengah merekrut tenaga kerja yang disebutnya tinggi dan saat ini diperkirakan hampir 70 persen tenaga kerja terserap oleh sektor itu. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010