Jambi (ANTARA News) - Puluhan massa yang mengatasnamakan keluarga besar Partai Golkar Kabupaten Muarojambi versi Hasil Musda 17 Januari 2010 menghadang kedatangan Akbar Tandjung dan DPP Golkar dalam acara deklrasi pasangan HBA-Fachrori, Minggu. Aksi tersebut dilakukan lantaran mereka tak puas dengan penyelesaian polemik Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Muarojambi, beberapa waktu lalu.

Puluhan massa tersebut adalah pendukung Suharyanto yang merasa dilakukan tak adil oleh Ketua DPD I Partai Golkar Zoerman Manap. Mereka mendesak agar DPP Partai Golkar segera turun tangan untuk menyelesaikan polemik seputar keabsahan Musda DPD II Partai Golkar Muarojambi.

Gafur, salah satu pendemo di Jambi menyatakan, pada tanggal 17 Januari 2010, bertempat di kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Muarojambi telah dilaksanakan Musda III Partai Golkar Kabupaten Muarojambi. Dalam Musda ini secara nyata dan jelas Suharyanto terpilih sebagai formatur dengan memperoleh 7 suara, dan mengalahkan Nawawi Hamid yang hanya memperoleh 3 suara.

Mereka terkejut lantaran dua hari setelah pelaksanaan Musda III Partai Golkar Muarojambi tepatnya tanggal 19 Januari 2010 tanpa ada alasan dan rujukan aturan partai maupun mekanisme yang jelas, Zoerman Manap selaku Ketua DPD I Partai Golkar membatalkan hasil Musda yang dihadirinya sendiri.

Dalam realese pers-nya, pendemo mendesak agar Suharyanto segera dilantik sebagai Ketua DPD II Golkar Muarojambi karena telah secara sah memperoleh suara terbanyak dan telah sesuai dengan AD/ART serta mekanisme yang berlaku.

Selain itu, mereka juga meminta pengurus DPP Golkar untuk segera mengambil sikap tegas atas Zoerman Manap yang mereka nilai tidak mampu dalam memimpin Golkar di Provinsi Jambi. "Kebijakan-kebijakan Zoerman Manap telah bertentangan dengan mekanisme yang ada," tegasnya.

Terakhir, dalam pernyataan tersebut juga disampaikan mosi tidak percaya kepada Zoerman Manap karena dalam kepemimpinannya dalam dua periodesasi mengedepankan kepentingan pribadi dan memaksakan keinginan layaknya seorang saudagar.

Demo yang berlangsung awalnya berjalan cukup tertib meski di tengah-tengah guyuran hujan Minggu siang. Massa yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian ini cukup teratur menyampaikan aspirasinya dengan berdiri di atas trotoar di seberang jalan kawasan Bandara.

Namun, kondisi itu tiba-tiba saja berubah ketika rombongan DPP Partai Golkar yang terdiri dari Akbar Tandjung, Theo L Sambuaga dan anggota rombongan lainnya keluar dari pintu VIP bandara dan kendaraannya secara perlahan hendak keluar dari kawasan Bandara.

Kader Partai Golkar, seperti Gafur, MVL Trini dan beberapa orang lainnya, yang sesaat sebelum kedatangan rombongan DPP Partai Golkar sudah ada di dalam kawasan Bandara dan meninggalkan rekannya yang lain berdemo di luar kawasan, tiba-tiba saja langsung berteriak ketika kendaraan rombongan DPP Partai Golkar melewati mereka.

Mereka langsung berteriak sambil memanggil nama Akbar Tandjung dan meminta agar Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar itu turun tangan membantu nasib mereka di DPD II Golkar Muarojambi.

Kendaraan Akbar Tandjung dan rombongan lainnya yang hendak menuju arena deklarasi di GOR Kotabaru sempat dihadang oleh sekelompok pengunjuk rasa. Bahkan, kendaraan rombongan DPP Partai Golkar ketika itu sempat berhenti sejenak.

Untung saja, dengan pengawalan ketat dari aparat satuan kepolisian, Gafur cs berhasil dihadang dan kendaraan itu langsung berjalan kembali.

Sementara itu, seusai deklarasi Ketua Pertimbangan DPP Golkar, Akbar Tandjung saat disinggung aksi para pendemo kemarin, belum berkomentar banyak. "Nanti saja, yang jelas akan kami pelajari laporan yang ada," ungkapnya sambil menuju kendaraan.(Ant/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010