Banda Aceh (ANTARA News) - Panglima Laot (lembaga adat laut) Provinsi Aceh diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan nelayan, mengingat tingkat kesejahteraan mereka saat ini masih memprihatinkan.

"Kami berharap lembaga Panglima Laot bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan nelayan yang hingga kini masih memprihatinkan," kata sejumlah nelayan yang ditemui di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis.

Mereka mengatakan, para nelayan belum memiliki sarana tangkap yang memadai, bahkan sebagian di antaranya sudah bertahun-tahun masih menjadi buruh, pekerja di armada tangkap milik pengusaha.

"Kami masih menjadi pekerja di kapal penangkap ikan milik toke," tutur Khairuddin, salah seorang nelayan.

Untuk itu, ia berharap agar lembaga Panglima Laot memiliki program strategis bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

"Saya berharap, sosok yang akan duduk di pucuk pimpinan Panglima Laot mengerti tentang kondisi lapangan yang dihadapi para nelayan," kata dia.

Hal itu disampaikan terkait akan adanya Kongres (Duek Pakat) Panglima Laot Aceh yang semula dijadwalkan 21-22 Februari 2009 menjadi 27-28 Februari 2010.

Data dari Panglima Laot Aceh disebutkan tercatat sebanyak 61.789 dari 4,3 penduduk Aceh berprofesi sebagai nelayan.

Sementara itu, Sekretaris panitia Kongres Panglima Laot Aceh, T Muttaqin Mansur mengatakan pengunduran duek pakat Panglima Laot Provinsi Aceh itu karena panitia belum bisa merampungkan draf rancangan tata tertib (Tatib), anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) lembaga tersebut.

"Kita belum bisa merampungkan AD/ART lembaga, sehingga jadwal kongres yang awalnya kita rencanakan 21-22 Februari diundur menjadi 27-28 Februari 2010," katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan bekerja maksimal, sehingga duek pakat Panglima Laot tersebut dapat terlaksana guna memilih pengurus baru periode 2010-2016.

"Bagi peserta yang mewakili Panglima Laot, mereka harus mendapat surat mandat dari pimpinan di daerah masing-masing," katanya.

Duek pakat Panglima Laot tersebut akan dihadiri oleh sekitar 50 nelayan yang berasal dari 18 kabupaten/kota. Duek pakat akan dibuka oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Kita akan melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan kongres pemilihan pemimpin baru," katanya.

Terkait pencalonan, ada sejumlah nama bakal calon Ketua Umum Panglima Laot Aceh yang sudah muncul, antara lain H. T. Bustamam yang kini menjabat Ketua Umum dan Dr. Humam Hamid (Ketua Harian Dewan Pertimbangan Panglima Laot Aceh).

Calon lain adalah Pawang Yusuf Sulaiman (Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara), Ir. Kasbani Kasim (mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh) dan Pawang Badruddin Juenieb (Panglima Laot Kabupaten Bireuen).

"Namun sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari masing-masing calon," katanya.

Pihaknya berharap, nama-nama calon telah dilaporkan kepada panitia dua hari sebelum pelaksanaan kongres dilaksanakan. (IRW/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010