Karawang (ANTARA News) - Akibat banjir yang mengakibatkan jalan sepanjang sekitar 500 meter terputus, sejumlah kendaraan proyek dan bus angkutan karyawan terjebak di jalan raya Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa dini hari.

Banjir setinggi pinggang orang dewasa di jalan raya itu membuat para pengendara takut melintasi jalan raya tersebut. Sehingga, para pengendara mobil pribadi dan truk menunggu banjir surut atau harus bermalam di jalan raya Desa Taman Mekar, Pangkalan.

Salah seorang anggota DPRD Karawang, Ace Sopian Mustari, mengaku terpaksa bermalam di jalan raya Desa Taman Mekar, karena jalan raya yang harus dilewati itu mengalami banjir setinggi pinggang orang dewasa.

"Saya habis memantau kondisi longsor di daerah pemilihan saya (Kecamatan Tegalwaru), tapi terjebak banjir. Jadi, harus menunggu air surut, mungkin sampai Selasa pagi nanti," kata Ace, kepada ANTARA, di Karawang, Selasa dini hari.

Sementara itu, banjir yang sampai memutus akses jalan sepanjang sekitar 500 meter itu banyak dimanfaatkan masyarakat setempat dengan menawarkan jasa menggotong sepeda motor. Masyarakat setempat yang mencari keuntungan di tengah banjir itu rela begadang semalam suntuk.

"Lumayan, sekali menggotong sepeda motor dapat uang jasa antara Rp5.000-10.000," kata Yopi (26), salah seorang warga setempat yang menawarkan jasa menggotong sepeda motor di jalan raya Desa Taman Mekar.

Dalam menawarkan jasanya, Yopi bersama teman-temannya menggotong sepeda motor yang melintasi jalan yang tergenang air hingga setinggi pinggang orang dewasa. Caranya, memasukkan bambu pada bagian roda kanan dan belakangnya, kemudian digotong secara bersama-sama.

Banjir yang menggenangi jalan raya itu terjadi pada Senin (15/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB, setelah sebelumnya turun hujan deras di daerah tersebut. Tetapi, hingga Selasa dini hari, air masih menggenangi jalan raya itu, sehingga sulit untuk dilewati para pengendara motor dan mobil. (MAK/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010