Banjarbaru (ANTARA News) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan memprediksi guyuran hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah provinsi setempat hingga akhir bulan Februari mendatang.

"Hasil pengamatan kami diprediksi hujan lebat disertai petir dan angin kencang melanda hampir seluruh wilayah provinsi Kalsel," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Staklim Banjarbaru, Muhammad Yahya, Kamis.

Namun, kata dia, meski pun diguyur hujan lebat tetapi potensi banjir yang sebelumnya diperkirakan melanda beberapa wilayah di provinsi Kalsel seiring tingginya curah hujan sudah berkurang karena durasi guyuran hujan tergolong singkat.

"Hujannya memang lebat tetapi waktunya singkat sehingga potensi banjir yang sempat diprediksi melanda beberapa wilayah di Kalsel, berkurang," ungkapnya.

Ia mengatakan, potensi banjir bisa muncul apabila hujan lebat mengguyur dan durasinya lama hingga mencapai dua jam, tetapi jika durasinya hanya setengah jam seperti hujan lebat yang sering terjadi sekarang maka potensi banjir berkurang.

"Banjir baru bisa muncul apabila curah hujannya tinggi diatas 50 milimeter dan berlangsung dalam waktu lama minimal dua jam, tetapi jika durasi hujannya singkat meski pun lebat, potensi banjir tetap kurang," ujar dia.

Dikatakan, curah hujan yang berlangsung sejak awal Februari lalu hingga menjelang pertengahan bulan secara akumulasi sama dengan curah hujan pada bulan Januari lalu yakni berkisar 200 milimeter hingga 400 milimeter.

Selain hujan lebat yang diprediksi berlangsung hingga akhir Februari, cuaca panas menyengat di siang hari juga bisa mengiringi dan panasnya bisa mencapai suhu 30 derajat celcius sehingga malam hari diprediksi muncul hujan lebat.

Panasnya sengatan matahari di siang hari itu memicu tumbuhnya awan Comulunimbus (awan pembentuk hujan) walau pun bentuknya tunggal dan bukan merupakan gugusan atau kelompok sehingga berpotensi menimbulkan hujan lebat di malam hari.

"Bentuk awan Comulunimbus tunggal dan bukan gugusan itu tidak menimbulkan angin kencang atau puting beliung seperti yang sering terjadi beberapa waktu sebelumnya, tetapi hanya menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang," kata dia.

Ditambahkan, puncak musim hujan menjelang pertengahan bulan Februari sudah lewat tetapi di sebagian wilayah Kalsel seperti sebelah Barat Pegunungan Meratus hujan masih turun dengan intensitas curah hujan yang mulai menurun.

Sebaliknya, di wilayah sebelah Timur meliputi kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu dan sebelah Timur Kabupaten Tanah Laut hujan diprediksi berlangsung cukup lama hingga bulan Mei dan Juni. (Ant/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010