Jambi (ANTARA News) - RSUD Abdul Manap Kota Jambi hingga kini belum bisa melayani pasien pelanggan asuransi kesehatan (askes) karena kerjasama dengan PT. Askes belum juga terealisasi, kata Direktur RSUD Abdul Manap Kota Jambi, Hj. Ida Juliati.

"Hingga kini kerjasama belum juga terlaksana, alasan dari pihak PT. Askes rumah sakit ini belum memiliki kelengkapan ruang operasi dan alat-alat penting lainnya," ujar Ida di depan anggota DPRD Kota Jambi saat melakukan inspeksi mendadak di RSUD Abdul Manap Kota Jambi, Rabu.

Menurut Ida, alasan yang dikeluarkan PT. Askes tidaklah tepat, sebab, RSUD Abdul Manap Kota Jambi saat ini telah dilengkapi berbagai fasilitas operasi, alat bedah maupun kelengkapan rumah sakit lainnya.

"Bahkan kami telah melaporkan hal ini ke PT. Askes namun belum juga ada tanggapan," kata Ida.

Untuk itu, Ida berharap pihak DPRD Kota Jambi bisa ikut membantu menyelesaikan hal tersebut. Sebab, jika pelayanan Askes bisa terlayani maka pelanggan Askes di Provinsi Jambi bisa saja berobat ke RSUD Abdul Manap, dan tidak hanya di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi.

Tidak hanya itu, dengan dibukanya layanan Askes secara tidak langsung akan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, tentunya banyak pegawai khususnya pegawai negeri sipil (PNS) yang berobat ke RSUD yang baru sekitar delapan bulan diresmikan tersebut.

"Saat ini PNS di lingkup Pemko Jambi saja tidak bisa berobat ke sini. Sebab, layanan Askes belum ada," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, ketua Komisi D DPRD Kota Jambi, Dede Firmansyah mengatakan, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, DPRD akan memanggil pihak RSUD dan PT. Askes untuk duduk bersama dan memecahkan persoalan tersebut.

Dia menilai, kondisi dan peralatan di RSUD Abdul Manap sudah cukup memadai khususnya melayani para pemegang kartu Askes. Dengan dibukanya layanan Askes, hal itu juga akan mengurangi banyaknya pasien Askes yang berobat di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi.

"Terlepas dari bertambahnya PAD, dengan adanya layanan Askes pilihan berobat bagi masyarakat menjadi bertambah dan tidak terjadi penumpukan pasien di salah satu RSUD," ujarnya.(BS/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010