Jakarta (ANTARA) - Untuk kedua kalinya bulan ini, Hyundai memberi tahu para pemilik SUV untuk memarkir mobilnya di luar ruangan karena arus pendek di komputer dapat menyebabkan kendaraan terbakar.

Dilansir India Times, Minggu, produsen mobil Korea itu menarik kembali (recall) sekitar 180 ribu SUV Tucson keluaran tahun 2019-2021 di Amerika Serikat untuk memperbaiki masalah tersebut.

Hyundai mengatakan korosi dapat menyebabkan korsleting pada papan sirkuit rem anti-lock yang rusak yang dapat menyebabkan kebakaran meskipun mesin mati.

Lebih lanjut, perusahaan mengatakan pihaknya sudah mengetahui selusin kebakaran mesin yang disebabkan oleh masalah tersebut, tetapi meyakinkan bahwa tidak ada cedera yang timbul dari kejadian itu.

Baca juga: Hyundai "recall" tiga model mobil karena masalah kelistrikan

Baca juga: Tiga produsen otomotif "recall" sekitar 36 ribu kendaraan di Korsel


Selain itu, Hyundai mengatakan jika lampu peringatan rem anti-lock menyala, kendaraan tidak boleh dikendarai dan pemilik harus melepas kabel positif pada aki. Mereka harus menghubungi diler yang akan menyediakan kendaraan peminjam jika diperlukan.

Hyundai akan memberi tahu pemilik mengenai penarikan tersebut melalui surat mulai sekitar 30 Oktober. Sementara itu, pemilik dapat memasukkan 17 digit nomor identifikasi kendaraan mereka di www.hyundaiusa.com/recalls untuk melihat apakah Tucson mereka terpengaruh.

Pada 3 September, regulator keselamatan Amerika Serikat mengumumkan bahwa Hyundai dan Kia akan menarik lebih dari 600 ribu kendaraan di Amerika Serikat dan Kanada untuk memperbaiki kebocoran minyak rem yang dapat menyebabkan kebakaran mesin.

Penarikan kembali tersebut tidak terkait dengan penarikan kembali Tuscon. Recall itu hanya mencakup lebih dari 440 ribu sedan Kia Optima keluaran 2013-2015 dan SUV Kia Sorento keluaran 2014 dan 2015. Juga mencakup 203 ribu SUV Hyundai Santa Fe dari 2013-2015.

Sehari kemudian, Hyundai merekomendasikan kendaraan tersebut diparkir di luar ruangan sampai masalah diperbaiki. Kia tidak menjawab pertanyaan tentang penarikannya.

Penarikan tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian masalah kebakaran mesin yang telah melanda kedua pembuat mobil dan telah memicu penyelidikan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA).

Pada bulan Februari, Hyundai menarik kembali hampir 430 ribu mobil kecil karena masalah serupa. Perusahaan tersebut mengatakan air dapat masuk ke komputer rem anti-penguncian, menyebabkan korsleting listrik, dan mungkin juga mesin terbakar. Penarikan kembali itu mencakup kendaraan Elantra 2006-2011 dan Elantra Touring 2007-2011.

Perusahaan mengatakan korsleting listrik dapat menyebabkan kebakaran bahkan saat mobil dimatikan.

Pada April 2019, NHTSA membuka dua penyelidikan baru atas kebakaran yang melibatkan kendaraan Hyundai dan Kia setelah mendapatkan keluhan lebih dari 3.100 kebakaran dan 103 cedera.

MHTSA mengabulkan petisi yang meminta penyelidikan yang diserukan sebuah grup advokasi konsumen bernama Center for Auto Safety.

Investigasi mencakup kebakaran non-tabrakan di hampir 3 juta kendaraan dari Kia dan Hyundai.

NHTSA sebelumnya mengatakan akan memasukkan kebakaran non-tabrakan ke dalam investigasi 2017 dan memeriksa penarikan kembali kendaraan Hyundai dan Kia untuk mengetahui adanya kerusakan mesin.

Kegagalan mesin dan masalah kebakaran di Hyundai dan Kia telah mempengaruhi lebih dari 6 juta kendaraan sejak 2015, menurut dokumen NHTSA.

Baca juga: Hyundai, Mercedes-Benz "recall" 5.000 mobil di Korsel

Baca juga: Soket listrik dashboard picu kebakaran, Hyundai tarik 272 ribu mobil

Baca juga: Hyundai tunda distribusi GV80 karena getaran mesin


 

Pewarta: A087
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020