Padang (ANTARA News) - Sedikitnya 227 Kepala Keluarga (KK) warga korban gempa di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar) sudah menyatakan kesediaannya untuk direlokasi ke daerah yang ditetapkan pemerintah provinsi.

Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Agam, Aristo Munandar usai menghadiri pertemuan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat di kantor Gubernur Sumbar di Padang, Senin.

"Kita tengah mempersiapkan proses pemindahan warganya ke daerah yang lebih aman. Daerah yang ditetapkan Silago Kabupaten Dharmasraya dan kini masih peninjauan lapangan permukiman baru tersebut," katanya.

Jadi, warga yang masih tersisa sebanyak 281 KK di Tanjung Raya, segera akan dicarikan lokasi tempat pemindahannya sehingga tidak berada pada daerah yang setiap saat terancam bencana.

Pascagempa masih terdapat empat jorong (kampung) yang masih rawan

longsor, meliputi Galapuang yang dihuni 158 KK, Muko Jalan dihuni 123 KK, Pandan berjumlah 230 KK dan Batu Nanggai 144 KK.

Jadi, sampai bulan keempat pascagempa melanda Sumbar, 30 September 2009, sebanyak 508 Kepala Keluarga (KK) warga di seputar danau Maninjau masih berada di pengungsian.

Kendati pilihan daerah pemindahan atau transmigrasi lokal ke Kabupaten Dharmasraya, menurutnya, merupakan alternatif yang cukup baik.

Selain itu, pada tahun 1970-an, warga di Tanjung Raya sudah ada yang dipindahkan ke kabupaten pemekaran dari Sijunjung itu.

Menyinggung, bantuan bagi korban gempa yang rumahnya mengalami rusak ringan, Aristo mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam telah mencadangkan dana dalam APBD 2010 senilai Rp6,3 miliar.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010