Beijing (ANTARA News) - Pemerintah China akan menawarkan hadiah uang tunai yang lebih besar bagi orang yang melaporkan laman porno, menurut laporan media resmi negara itu, Senin.

Pekan lalu pemerintah China telah menyerahkan 224 ribu yuan atau setara 32.810 dollar AS sebagai hadiah untuk para pelapor.

China sedang melancarkan kampanye melawan apa yang disebut para pejabat sebagai pelarangan gambar-gambar porno yang memenuhi Internet negara itu dan mengancam kesehatan emosional anak-anak.

Selama periode 4 Desember hingga 15 Januari, Kantor Anti- Pornografi Nasional dan Anti-Publikasi Ilegal bersama dengan pengawas penerbitan, telah menerima lebih dari 90 ribu laporan, menurut Xinhua.

Laman-laman yang ditutup antara lain "Lilac adult community", "Free strongly-emotional films" dan "Naked chat bar", katanya.

Pihak berwenang sekarang akan menawarkan lebih banyak hadiah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, kata Xinhua.

Pada 2009, pihak berwenang menutup lebih dari 15 ribu laman pornografi, termasuk 11 ribu layanan WAP telepon genggam, menurut laporan itu.

Dengan jumlah pengguna Internet yang diperkirakan mencapai 384 juta orang, China memiliki populasi pengguna situs maya terbesar. Namun partai komunis yang berkuasa cemas jika internet menjadi sarana berbahaya yang mengancam citra dan ide-ide.

Gerakan Anti-Pornografi juga mengincar sejumlah laman yang sensitif secara politis, dalam apa yang dilihat sebagai upaya pemerintah untuk mengendalikan media.

China melarang sejumlah besar laman populer dan layanan Internet, termasuk youtube google, twitter, flickr, dan facebook.

Google Inc mengumumkan pekan lalu bahwa pihaknya tidak lagi ingin melanjutkan mensensor pencarian di dunia maya di China, dan akan menutup laman google.cn serta kantornya di negara itu, yang memicu ketegangan diplomatik. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010